☔ Tafsir Surat Al Insyiqaq

UrduTafseer Ibne Kaseer - Surah Al Inshiqaq Full Urdu Tafseer - Tafseer ibn Kathir Urdu#tafseeribnekaseer #tafseer #urdu #quranWatch More Related Videos╭─━═
Surah Al Insyiqaaq Terbelah Surah ke84. 25 ayat. Makkiyyah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ayat 1-5 Peristiwa pada hari Kiamat dan keadaan alam ketika itu yang goncang. إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ١ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٢ وَإِذَا الأرْضُ مُدَّتْ ٣ وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ٤ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 1-5 1. [1]Apabila langit terbelah, 2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh[2], 3. dan apabila bumi diratakan[3], 4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya[4] dan menjadi kosong[5], 5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh[6], pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya. Ayat 6-9 Orang-orang mukmin menerima catatan amalnya dari sebelah kanannya dan akan menerima pemeriksaan yang mudah. يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ ٦ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ٧ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ٨وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا ٩ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 6-9 6. Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya[7]. 7. [8]Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya[9], 8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah[10], 9. dan dia akan kembali kepada keluarganya[11] yang sama-sama beriman dengan gembira[12]. Ayat 10-15 Orang-orang durhaka menerima catatan amalnya dari sebelah belakang dan akan dimasukkan ke dalam neraka. وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ ١٠ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا ١١وَيَصْلَى سَعِيرًا ١٢ إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا ١٣ إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ ١٤ بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا ١٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 10-15 10. Dan adapun orang-orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang[13], 11. maka dia akan berteriak[14], “Celakalah aku!” 12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala neraka[15]. 13. Sungguh, dia dahulu di dunia bergembira di kalangan keluarganya[16] yang sama-sama kafir. 14. Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali kepada Tuhannya. 15. Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya[17]. Ayat 16-25 Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta’aala bahwa kaum musyrik akan menerima balasan terhadap amal mereka, celaan kepada mereka karena tidak beriman padahal ayat-ayat begitu jelas. فَلا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ ١٦ وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ ١٧ وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ ١٨ لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ ١٩ فَمَا لَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ ٢٠ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لا يَسْجُدُونَ ٢١بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ ٢٢ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ ٢٣ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٤ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ٢٥ Terjemah Surat Al Insyiqaq Ayat 16-25 16. [18]Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja[19], 17. demi malam dan apa yang diselubunginya, 18. demi bulan apabila jadi purnama, 19. sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat dalam kehidupan,[20] 20. Maka mengapa mereka[21] tidak mau beriman?[22] 21. Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud, 22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakannya[23]. 23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. 24. Maka sampaikanlah kepada mereka ancaman azab yang pedih, 25. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya[24]. [1] Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menerangkan peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat berupa terjadinya perubahan pada makhluk-makhluk yang besar, langit terbelah, bintang-bintang berjatuhan, matahari digulung dan bulan diredupkan cahayanya. [2] Karena ia diatur dan ditundukkan oleh Allah Tuhannya, ia tidak mendurhakai perintah-Nya dan tidak akan menyelisihi ketetapan-Nya. [3] Sehingga tidak ada lagi bangunan maupun pegunungan, dan bumi pun menjadi semakin luas sehingga dapat menampung orang-orang yang berada di mauqif tempat pemberhentian atau padang mahsyar meskipun banyak jumlah mereka. [4] Seperti orang-orang yang telah mati dan segala perbendaharaan. [5] Hal itu, karena ketika sangkakala ditiup, lalu keluarlah orang-orang yang telah mati ke permukaan bumi dan bumi pun memuntahkan perbendaharaannya sehingga bumi menjadi seperti piringan gepeng yang besar. [6] Ini semua terjadi pada hari Kiamat. [7] Maksudnya, manusia di dunia ini disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhannya. Dan dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya terhadap perbuatannya yang baik maupun yang buruk. [8] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan lebih rinci balasan-Nya. [9] Ia adalah orang mukmin. [10] Yaitu dengan disodorkan amalnya kepadanya lalu dimaafkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ اللَّهَ يُدْنِى الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ ، وَيَسْتُرُهُ فَيَقُولُ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا ؟ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا ؟ فَيَقُولُ نَعَمْ أَىْ رَبِّ . حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ وَرَأَى فِى نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ قَالَ سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِى الدُّنْيَا ، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ . فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ ، وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيَقُولُ الأَشْهَادُ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ ، أَلاَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ “Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang mukmin, lalu Dia meletakkan tirai-Nya dan menutupinya dari keramaian, Dia berfirman, “Kamu kenal dosa ini? Kamu kenal dosa ini?” Ia menjawab, “Ya, wahai Tuhanku.” Sehingga apabila ia telah mengakui dosa-dosanya dan merasakan bahwa dirinya akan binasa, Allah berfirman, “Aku telah menutupi dosamu di dunia dan Aku akan mengampuninya pada hari ini.” Maka ia diberikan catatan amal kebaikannya. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik, maka para saksi berkata di hadapan seluruh manusia, “Merekalah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka. Ingatlah! Sesungguhnya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” HR. Bukhari dan Muslim Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa Beliau bersabda مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا قَالَتْ فَقَالَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ “Barang siapa yang dihisab, maka ia akan diazab.” Aisyah berkata, “Aku bertanya, “Bukankah Allah Ta’ala berfirman, “Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah?” Maka Beliau menjawab, “Itu pemeriksaan yang mudah adalah disodorkan amal lalu dimaafkan, akan tetapi barang siapa yang diperiksa secara mendalam hisabnya, maka ia akan binasa.” [11] Di surga. [12] Karena ia telah selamat dari azab dan memperoleh pahala. [13] Ia adalah orang kafir, tangan kanannya dibelenggu ke lehernya dan tangan kirinya dijadikan ke belakang punggungnya, lalu ia mengambil catatan amal dengan tangan kirinya dari belakang punggungnya. [14] Ketika melihat catatan amalnya. [15] Api itu mengelilinginya dari segala penjuru. [16] Di dunia. Tidak terpikirkan dalam hatinya, bahwa dirinya akan dibangkitkan, ia pun tidak merasa akan kembali kepada Tuhannya dan berdiri di hadapan-Nya. [17] Oleh karena itu, tidak layak bagi-Nya jika Dia membiarkan makhluk ciptaan-Nya manusia begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang serta tidak diberi balasan. [18] Allah Subhaanahu wa Ta’aala bersumpah di ayat ini dengan tanda-tanda malam, dari mulai syafaq, malam dan apa yang diselubunginya atau ditutupinya seperti hewan-hewan atau lainnya, serta bulan ketika cahayanya penuh. Yang disumpahi adalah apa yang disebutkan di ayat 19. [19] Yaitu cahaya merah yang berada di ufuk langit setelah terbenam matahari. [20] Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan sampai dewasa. Dari hidup menjadi mati kemudian dibangkitkan kembali untuk diberikan balasan. Tingkat demi tingkat yang dilalui hamba menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala saja yang berhak disembah, Yang Mahaesa dan yang mengatur hamba-hamba-Nya dengan hikmah dan rahmat-Nya, dan bahwa hamba sangat fakir serta lemah di bawah pengaturan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Namun sayang, kebanyakan manusia tidak beriman, dan ketika dibacakan Al Qur’an kepada mereka, mereka tidak tunduk kepada Al Qur’an itu serta tidak mau tunduk kepada perintah-perintahnya. [21] Yakni orang-orang kafir. [22] Padahal bukti-buktinya begitu jelas. [23] Setelah jelas kebenarannya. [24] Di antara sekian manusia itu ada segolongan yang Allah berikan hidayah, mereka beriman kepada Allah dan menerima apa yang dibawa para rasul, mereka pun beriman dan mengerjakan amal saleh. Mereka inilah yang mendapatkan pahala yang tidak putus-putusnya; untuk mereka pahala yang kekal. Selesai tafsir surah Al Insyiqaq dengan pertolongan Allah, taufiq-Nya dan kemudahan-Nya, wal hamdulillahi Rabbil aalamiin.
بسمالله الرحمن الرحيم🔴 LIVEKajian IslamiTema : Tafsir Al Qur'an Surat Al-Insyiqaq Ayat 5Pemateri Ustadz Abdullah Zaen, Lc.MA حافظ الله(Pengasuh Pondok Pes

Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Apabila langit terbelah [[84 ~ AL-INSYIQAQ PERISTIWA TERBELAHNYA LANGIT Pendahuluan Makkiyyah, 25 ayat ~ Dalam surat al-Insyiqâq ini dijelaskan sebagian tanda kiamat dan tunduknya langit dan bumi pada perintah Allah. Diterangkan pula di sini bahwa manusia akan dipertemukan dengan Tuhan, dan bahwa setiap perbuatan manusia dicatat dalam sebuah kitab yang kelak akan diperlihatkan kepada dirinya. Barangsiapa menerima catatan perbuatannya melalui tangan kanan, maka ia akan dihisab dengan mudah. Sebaliknya, siapa yang menerimanya melalui tangan kiri, maka ia akan meminta perlindungan dari sengatan api neraka. Kemudian, pada ayat selanjutnya, Allah bersumpah demi berbagai fenomena ketuhanan yang sekiranya dapat merebut hati manusia beriman pada hari kiamat. Akan tetapi orang-orang kafir tetap tidak mau beriman, enggan merenungkan dan tunduk pada hukum al-Qur'ân. Surat al-Insyiqâq ditutup dengan pernyataan ancaman bahwa Allah Swt. mengetahui apa saja yang menjadi rahasia mereka. Allah telah menyiapkan bagi orang-orang kafir siksa yang amat memilukan dan menyediakan pahala yang abadi dan tidak akan terputus bagi orang-orang beriman.]] Bila langit terbelah, sebagai pertanda akan hancur. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat berupa terjadinya perubahan pada makhluk-makhluk yang besar, langit terbelah, bintang-bintang berjatuhan, matahari digulung dan bulan diredupkan cahayanya.

\n \n\ntafsir surat al insyiqaq
Diantaraalasan yang paling menonjol adalah kitab tafsir ini dianggap 'ashahhu tafsir al-Qur'an'. Mengapa demikian? Mengingat tafsir ini merupakan tafsir bil ma'tsur yang paling komplit. Tafsir Surat Al-Maidah, ayat 15-16; Tafsir Surat An-Nashr Ayat 1-3; Tafsir Surat Al-Maidah, ayat 64-66; Tafsir Surat Al-Maidah, ayat 57-58;

Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Adapun orang yang diberikan kitabnya yakni kitab catatan amalnya dari sebelah kanannya dia adalah orang yang beriman. Barangsiapa yang diserahi catatan amal perbuatannya melalui tangan kanan, maka ia akan dihisab dengan mudah dan akan kembali kepada sanak keluarganya yang beriman dengan penuh kebahagiaan Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan lebih rinci balasan-Nya. Ia adalah orang mukmin.

2Tafsir Abu Bakr Zakaria. হ্যাঁ, [১] নিশ্চয় তার রব তার উপর সম্যক দৃষ্টি দানকারী। 15 Al-Insyiqaq 84: 15;
INGIN IKLAN ANDA DISINI ? Dapatkan Tawaran Menarik Silahkan Kontak Admin Terima Kasih Ù¡. Ø¥ِذَا السَّÙ…َاء انشَÙ‚َّتْ Ù¢. ÙˆَØ£َذِÙ†َتْ Ù„ِرَبِّÙ‡َا ÙˆَØ­ُÙ‚َّتْ Ù£. ÙˆَØ¥ِذَا الْØ£َرْضُ Ù…ُدَّتْ Ù¤. ÙˆَØ£َÙ„ْÙ‚َتْ Ù…َا فِيهَا ÙˆَتَØَÙ„َّتْ Ù¥. ÙˆَØ£َذِÙ†َتْ Ù„ِرَبِّÙ‡َا ÙˆَØ­ُÙ‚َّتْ Apabila langit terbelah, Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, Dan apabila bumi diratakan, Dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya. lni adalah peringatan lagi tentang akan datangnya hari kiamat; "Apabila langit telah hancur." ayat 1. Susunan yang sebagai kita lihat dari bumi sekarang ini tidak akan ada lagi. Bintang-bintang, matahari, bulan seta planet planet lain yang sekarang ada di tempatnya akan kacau balau, itulah kehancuran. "Lantaran patuhnya kepada Tuhannya.'' pangkal ayat 2. Karena semuanya itu akan terjadi atas kehendak dan perintah Tuhan, sehingga langit itu hanya menurut saja kehendak Allah yang mengaturnya; "Dan patutlah dia begitu." ujung ayat 2. Kepatuhan langit kepada kehendak Allah adalah suatu hal yang wajar, sebab Allahlah yang menciptakannya sejak semula dan Allah pula Yang Maha Kuasa merobahnya. "Dan apabila bumi telah dipanjangkan." ayat 3. Kalau kita lihat dalam peta atlas yang besar, nyatalah bahwa bumi itu bulat. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa suatu waktu dia akan dijadikan Allah panjang atau meluas. Menurut keterangan ahli-ahli memang bumi itu selalu berobah meskipun berobah itu berlaku dalam jutaan tahun. Bukan mustahil dari membulat dia melonjong. "Dan dikeluarkannya apa yang ada di dalamnya." pangkal ayat 4. Bumi itu sendiri karena telah melebar, atau tanah-tanah ketinggian jadi runtuh longsor, maka simpanan yang ada di dalam perut bumi itu dikeluarkannya sendiri. Simpanan itu ialah kuburan manusia; "Dan dia pun kosong." ujung ayat 4. Kubur itu telah menjadi kosong sebab isinya telah dimuntahkannya keluar, sehingga berseraklah tulang-tulang. "Lantaran patuhnya kepada Tuhannya dan patutlah dia begitu." ayat 5. Kejadian di bumi demikian rupa adalah karena tunduknya bumi kepada Tuhan yang menciptanya juga sebagaimana terjadi pada langit di ayat 2. Semuanya berlaku atas kehendak Tuhan. Tidak ada kekuasaan lain yang membendung atau menghalanginya. "Wahai Insan!" pangkal ayat 6. Ingatlah kamu dan insafilah keadaanmu; "Sesungguhnya engkau telah kerja keras akan menuju Tuhanmu, sekeras-keras kerja." Artinya bahwasanya manusia ini hidup di atas dunia bekerja keras, membanting tulang memeras tenaga siang dan malam, apa jua pun jenis yang dikerjakan, namun akhir perjalanan adalah menuju Tuhan juga. Tidak ada jalan lain. Kerja keras membanting tulang dalam hidup, tidak lain tujuan insan hanyalah ke pintu kubur. "Maka akan bertemulah engkau dengan Dia." ujung ayat 6. Bertemu dengan Dia artinya ialah mati!. Oleh sebab itu janganlah sekali-kali melupakan bahwa segala kerja keras menghabiskan tenaga di dalam hidup itu akhirnya akan diperhitungkan di hadapan Tuhan. "Maka adapun orang-orang yang diberikan suratnya dari sebelah kanannya." ayat 7. "Maka akan diperhitungkanlah dia dengan perhitungan yang mudah.'' ayat 8. Tersebut di dalam sebuah Hadis yang dirawikan oleh Imam Ahmad daripada Aisyah bahwa beliau pernah mendengar, Rasulullah membaca pada saat sholatnya; "Ya Tuhanku, perhitungkanlah aku dengan perhitungan yang mudah." Maka bertanyalah Aisyah kepada beliau sehabis beliau sembahyang; "Apakah yang dimaksud dengan perhitungan yang mudah itu, ya Rasul Allah?" beliau menjawab; "Akan ditengok pada suratnya itu sepintas lalu, lalu dihentikan. Karena sesungguhnya barangsiapa yang dilakukan perhitungan yang teliti atas suratnya pada waktu itu, ya Aisyah, celakalah dia."Muslim pun merawikan Hadis ini pula dalam shahihnya. Nampaklah pada Hadis ini bahwasanya menerima surat panggilan dari sebelah kanan saja, sudah menjadi alamat bahwa pemeriksaan atas diri orang yang bersangkutan akan mudah saja, laksana pemeriksaan barang-barang kepunyaan orang yang dipandang istimewa dan mendapat hak luar biasa dan kekebalan diplomatik pada pemeriksaan, atau yang biasa juga disebut VIP Very Important Persons. Dibuka sepintas lalu, ditutup, lalu dibebaskan. "Dan dia akan kembali kepada keluarganya dengan sukacita." ayat 9. Keluarganya yang dimaksud disini ialah sesamanya ahli syurga. Sebab orang-orang yang sama-sama mendapat nasib baik, mendapat keridhaan Allah, lalu dimasukkan Tuhan ke dalam syurgaNya adalah laksana satu keluarga. Sama duduk bercengkerama menikmati anugerah dan kurnia Ilahi di tempat yang mulia itu. "Dan adapun orang yang diberikan suratnya dari belakang punggungnya.'' ayat 10. Dan diartikan juga dari sebelah kirinya. Dalam ayat ini disebut dari belakangnya, atau dari belakang punggungnya, untuk menunjukkan bahwa pemberian itu adalah dalam keadaan yang buruk; "Maka dia akan berteriak menyebut kecelakaan." ayat 11. Datangnya surat dari sebelah belakang itu saja sudah menjadi isyarat baginya bahwa dia akan menghadapi perhitungan yang sangat teliti karena banyak kesalahannya semasa di dunia fana ini. Dia akan berteriak keras menyesali diri. "Celakalah aku ini!" Dan dia akan masuk ke dalam api yang bernyala-nyala." ayat 12. Api nerakalah yang akan jadi tempatnya. Maka ayat selanjutnya menerangkan sebab-sebab maka demikian nasib buruk yang menimpanya; "Karena sesungguhnya dia pernah bersukaria pada ahlinya." ayat 13. Yaitu semasa hidupnya di atas dunia tidaklah diingatnya akan hari Akhirat, hari akan bertemu dengan Tuhan. Dia tidak bersiap untuk menghadapi maut. Sebab itu dia bersukaria menghabiskan umur pada barang yang tidak berfaedah. Sebagai tersebut pada ayat keenam tadi, dia bekerja keras, namun pekerjaannya itu hanyalah buat kepuasan hawa nafsu yang sementara. Maka dilanggarnyalah segala larangan Allah dan tidak dilaksanakannya apa yang diperintahkan; karena; "Sesungguhnya dia menyangka bahwa sekali-kali tidaklah dia akan kembali."ayat 14. Dia bawa lalu saja segala peringatan, dilengahkannya saja tuntunan yang diberikan oleh Rasul-rasul Allah, bahkan dicemuhkannya segala nilai-nilai yang diberikan oleh agama; Tidak begitu!' pangkal ayat 15. Artinya, ingatlah olehmu wahai Insan yang hidup sekarang di dunia ini, bahwa keadaan yang sebenarnya tidaklah begitu, tidaklah sebagaimana yang kamu sangkakan itu. "Sesungguhnyalah Tuhannya selalu melihatnya" ujung ayat 15. Hilangkanlah persangkaan yang salah itu, yaitu bahwa hidup di dunia ini tidak berujung dengan Akhirat, dan sementara di dalam dunia ini tidaklah ada kita yang lepas dari tilikan Tuhan. Oleh sebab itu maka hati-hatilah melangkah dari sekarang, agar tenaga jangan habis percuma dan kelak kita bertemu dengan Tuhan kita dalam suasana yang menggembirakan hati. Sebab Tuhan sendiri pun ingin agar kita jadi orang baik, orang shalih. 'Maka tidaklah aku akan bensumpah.' pangkal ayat 16. Banyak terdapat susun kata seperti ini di dalam al-Quran; Falaa Uqsimu yang arti harfiyahnya tidaklah aku akan bersumpah, padahal hendaklah dia diartikan sebagai suatu sumpah peringatan yang sangat panting. Oleh sebab itu ada juga ahli-ahli yang menafsirkan 'Falaa Uqsimu' dengan; "Maka tidak. Aku akan bersumpah." Diputuskan hubungan aa dengan uqsimu. Setelah mengetahui yang demikian kita teruskanlah persumpahan Ilahi itu; Demi tanda merah di tepi langit.' 16. Tanda merah di tepi langit ialah syafaq yang merah itu, yang meskipun matahari telah terbenam ke sebelah Barat, namun tanda merah itu masih kelihatan sebelum matahari hilang sehilang-hilangnya ke bawah dasar bumi. Allah mengambil syafaq ini menjadi persumpahan supaya kita memperhatikan alam yang indah dijadikan Tuhan, untuk membulatkan ketundukan kepadaTuhan. "Demi malam dan apa yang dikumpulkannya." ayat 17. Banyak yang terkumpul pada malam hari; baik yang berupa alam kebendaan dengan cahaya bintang gemerlapan, ataupun kesunyian dan kesepian, dan boleh juga kita masukkan dalamnya kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia yang durhaka di malam hari dan terkumpul juga di malam hari ibadat dan munajat hamba Allah, tahajjud dan pulang perginya malaikat membawa permohonan makhluk kepada Tuhan dan turunnya mereka membawakan rahmat dan maghfirat. "Demi bulan apabila telah purnama."ayat 18 Bulan terang-benderang 14 hari, puncak dari kesegaran dan keindahan alam. Itulah yang dinamakan purnama. Bintang-bintang menjadi pudar cahaya dikalahkan oleh bulan, dan alam terang bagai disepuh, dan keindahan itu pun mempengaruhi membawa udara yang nyaman. Diketahuilah bahwasanya terang-benderang cahaya bulan adalah karena dia senang bertentang dengan matahari, sebab bulan tidak memancarkan cahaya masa terakhir ini sampailah manusia ke atas bulan itu, dan memang sejak lama dia telah disediakan Allah buat diselidiki; bukan bulan sahaja, bahkan matahari pun. Surat 14, Ibrahim ayat 33, Surat 13, ar-Ra'ad; 2. Dan lain-lain. "Sesungguhnya kamu akan melalui setingkat sesudah setingkat. ayat 19. Berbagai-bagailah ahli tafsir menafsirkan apa maksud melalui setingkat sesudah setingkat, atau selapis demi selapis itu, yang dijadikan tekanan tujuan kata oleh Allah sesudah Allah mengambil sumpah dengan tanda merah di tepi langit, atau malam atau bulan purnama. Maka bertemulah dua penafsiran yang agak cocok dengan penafsiran kita, yaitu tafsiran Ikrimah dan Hasan al-Bishri. Menurut Ikrimah melalui selapis demi selapis ialah hal-ihwal hidup yang dilalui semua manusia; "Lahir ke dunia, sarat menyusu, sesudah itu berangkat besar dan remaja, sesudah itu muda lalu tua dan akhirnya dunia ini pun ditinggalkan." Hasan al-Bishri menafsirkan; "Senang sesudah susah, susah sesudah senang. Kaya sesudah miskin,miskin sesudah kaya. Sakit sesudah sihat, sihat sesudah sakit, tak tetap dalam satu keadaan." Maka gerangan apalah sebabnya, mereka tidak akan beriman?" ayat 20. Baca ayat-ayat ini dari mulanya dengan tenang, sampai kepada ayat 20 ini; bumi beredar mengeliling matahari, sehingga timbul syafaq yang merah di ufuk Barat sesudah matahari terbenam, hari pun malam dan bulan purnama mulai bercahaya, semuanya itu mengandung ibadat bagi manusia. Kemudian disadarkan tentang hidup itu sendiri, pergantian di antara selapis hidup demi selapis lagi, mendaki menurun, mendatar dan melereng, dari ayunan diakhiri dengan kuburan. Kalau begitu keadaan yang kita dapati dan akan selalu begitu, apalah gerangan sebabnya manusia masih ada juga yang tidak mau beriman Dapatkah dia mengelakkan diri dari Iingkungan ketentuan Allah yang dinamai takdir? Karena semua itu adalah takdir, yang berarti ukuran atau jangkaan. "Dan apabila al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau sujud?" ayat 21. Artinya tidak mau tunduk dan mengakui kebesaran Ilahi, malahan membangkang mengangkat muka? "Bahkan orang-orang yang kafir itu pun mendustakan." ayat 22. Mereka tolak keterangan yang telah dibawa kan di dalam al-Quran itu dan mereka tempuh jalan sendiri yang diluar dari ketentuan Tuhan; "Namun Allah amatlah mengetahui apa yang mereka pendam di hati."ayat 23. Oleh sebab itu ke mana saja pun gerak-gerak mereka akan dituruti oleh Allah sehingga mereka tak dapat lari. "Lantaran itu ancamlah mereka dengan azab yang pedih." ayat 24. Neraka jahannam. "Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih; bagi mereka adalah pahala yang tidak putus-putusnya." ayat 25. ltulah pengharapan. Dan alangkah sepinya hidup ini kalau tidak mempunyai pengharapan. Dan ini pulalah kelebihan pada jiwa orang beriman. Demikianlah Tafsir Al Azhar Surat AL-INSYIQAQ KEHANCURAN ayat 1 sampai ayat 25. Semoga menambah keyakinan kita pada Allah swt dan meningkatkan upaya kita untuk memperbanyak amal sholeh menanti hari yang sangat dahsyat yang telah dijanjikanNya Yaitu KIAMAT.
Readand listen to Surah Al-Inshiqaq. The Surah was revealed in Mecca, ordered 84 in the Quran. The Surah title means "The Sundering" in English and c Splitting the Heavens asunder and stretching the Earth forth on the Day of ResurrectionAllah says,﴿إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ ﴾When the heaven is split asunder, This refers to the Day of Judgement.﴿وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا﴾And listens to and obeys its Lord meaning, it listens to its Lord and obeys His command to split apart. This will occur on the Day of Judgement.﴿وَحُقَّتْ﴾and it must do so. meaning, it is right for it to obey the command of its Lord, because it is great and cannot be rejected, nor overcome. Rather it overpowers everything and everything is submissive to it. Then Allah says,﴿وَإِذَا الاٌّرْضُ مُدَّتْ ﴾And when the earth is stretched forth, meaning, when the earth is expanded, spread out and extended. Then He says,﴿وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ﴾And has cast out all that was in it and became empty. meaning, it throws out the dead inside of it, and it empties itself of them. This was said by Mujahid, Sa`id, and Qatadah.﴿وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ﴾And listens to and obeys its Lord, and it must do so. The explanation of this is the same as what has preceded. The Recompense for Deeds is TrueAllah says,﴿يأَيُّهَا الإِنسَـنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً﴾O man! Verily, you are returning towards your Lord with your deeds and actions, a sure returning, meaning, `verily you are hastening to your Lord and working deeds.'﴿فَمُلَـقِيهِ﴾and you will meet. `Then you will meet that which you did of good or evil.' A proof for this is what Abu Dawud At-Tayalisi recorded from Jabir, that the Messenger of Allah said,قَالَ جِبْرِيلُ يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُلَاقِيه»Jibril said, "O Muhammad! Live how you wish, for verily you will die; love what you wish, for verily you will part with it; and do what you wish, for verily you will meet it your deed. There are some people who refer the pronoun back to the statement "your Lord.'' Thus, they hold the Ayah to mean, "and you will meet your Lord.'' This means that He will reward you for your work, and pay you for your efforts. Therefore, both of these two views are connected. Al-`Awfi recorded from Ibn `Abbas that he said explaining,﴿يأَيُّهَا الإِنسَـنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً﴾O man! Verily, you are returning towards your Lord with your deeds and actions, a sure returning, "Whatever deed you do, you will meet Allah with it, whether it is good or bad.'' The Presentation and the Discussion that will take place during the ReckoningThen Allah says,﴿فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـبَهُ بِيَمِينِهِ - فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً ﴾Then as for him who will be given his Record in his right hand, he surely, will receive an easy reckoning, 847-8 meaning, easy without any difficulty. This means that he will not be investigated for all the minute details of his deeds. For verily, whoever is reckoned like that, he will certainly be destroyed. Imam Ahmad recorded from `A'ishah that the Messenger of Allah said,مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ عُذِّب»Whoever is interrogated during the reckoning, then he will be punished. `A'ishah then said, "But didn't Allah say,﴿فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً ﴾He surely will receive an easy reckoning,'' The Prophet replied,لَيْسَ ذَاكِ بِالْحِسَابِ، وَلَــكِنْ ذلِكِ الْعَرْضُ، مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّب»That is not during to the Reckoning, rather it is referring to the presentation. Whoever is interrogated during the Reckoning on the Day of Judgement, then he will be punished. This Hadith has also been recorded by Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidhi, An-Nasa'i and Ibn Jarir. In reference to Allah's statement,﴿وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً ﴾And will return to his family Masrur! This means that he will return to his family in Paradise. This was said by Qatadah and Ad-Dahhak. They also said, "Masrur means happy and delighted by what Allah has given him.'' Allah said;﴿وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـبَهُ وَرَآءَ ظَهْرِهِ ﴾But whosoever is given his Record behind his back, meaning, he will be given his Book in his left hand, behind his back, while his hand is bent behind him.﴿فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوراً ﴾He will invoke destruction, meaning, loss and destruction.﴿وَيَصْلَى سَعِيراً - إِنَّهُ كَانَ فِى أَهْلِهِ مَسْرُوراً ﴾And he shall enter a blazing Fire, and made to taste its burning. Verily, he was among his people in joy! meaning, happy. He did not think about the consequences, nor feared what future was in front of him. His light happiness will be followed by long grief.﴿إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ ﴾Verily, he thought that he would never return! meaning, he used to believe that he would not return to Allah, nor would Allah bring him back to life after his death. This was said by Ibn `Abbas, Qatadah and others. Allah then says,﴿بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيراً ﴾Yes! Verily, his Lord has been ever beholding him! meaning, certainly Allah will repeat his creation just as he began his creation, and He will reward him based upon his deeds, whether they were good or bad. He was ever watchful of him, meaning All-Knowing and All-Aware. AlAufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu. (Al-Insyiqaq: 6) Yakni engkau pasti beramal dan akan menghadap kepada Allah dengan membawa amalmu yang baik atau yang buruk. Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: The Splitting Asunder Your browser does not support the audio element. Transliteration English Arabic Bismillaahir Rahmaanir Raheem  Izas samaaa'un shaqqat Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat Wa izal ardu muddat Wa alqat maa feehaa wa takhallat Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat Yaaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa Rabbika kad han famulaaqeeh Fa ammaa man ootiya kitaabahoo biyameenih Fasawfa yuhaasab hisaabany yaseeraa Wa yanqalibu ilaaa ahlihee masrooraa Wa ammaa man ootiya kitaabahoo waraaa'a zahrih Fasawfa yad'oo thubooraa Wa yaslaa sa'eeraa Innahoo kaana feee ahlihee masrooraa Innahoo zanna an lany yahoor Balaaa inna Rabbahoo kaana bihee baseeraa Falaaa uqsimu bishshafaq Wallaili wa maa wasaq Walqamari izat tasaq Latarkabunna tabaqan 'an tabaq Famaa lahum laa yu'minoon Wa izaa quri'a 'alaihimul Quraanu laa yasjudoon make sajda Balil lazeena kafaroo yukazziboon Wallaahu a'lamu bimaa yoo'oon Fabashshirhum bi'azaabin aleem Illal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum ajrun ghairu mamnoon Verse by Verse Side by Side View Stacked View Print Make PDF Email This Surah Translators Ahmed Ali ● Amatul Rahman Omar ● Daryabadi ● Faridul Haque ● Hamid S. Aziz ● Maulana Mohammad Ali ● Pickthall ● Sarwar ● Shakir ● Yusuf Ali In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. When the sky is rent asunder, And hearkens to the Command of its Lord, and it must needs do so;- And when the earth is flattened out, And casts forth what is within it and becomes clean empty, And hearkens to the Command of its Lord,- and it must needs do so;- then will come Home the full reality. O thou man! Verily thou art ever toiling on towards thy Lord- painfully toiling,- but thou shalt meet Him. Then he who is given his Record in his right hand, Soon will his account be taken by an easy reckoning, And he will turn to his people, rejoicing! But he who is given his Record behind his back,- Soon will he cry for perdition, And he will enter a Blazing Fire. Truly, did he go about among his people, rejoicing! Truly, did he think that he would not have to return to Us! Nay, nay! for his Lord was ever watchful of him! So I do call to witness the ruddy glow of Sunset; The Night and its Homing; And the Moon in her fullness Ye shall surely travel from stage to stage. What then is the matter with them, that they believe not?- And when the Qur´an is read to them, they fall not prostrate, But on the contrary the Unbelievers reject it. But Allah has full knowledge of what they secrete in their breasts So announce to them a Penalty Grievous, Except to those who believe and work righteous deeds For them is a Reward that will never fail. Translation in other languages بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 1. إِذَا السÙَمَاءُ انْشَقÙَتْ2. وَأَذِنَتْ لِرَبÙِهَا وَحُقÙَتْ3. وَإِذَا الْأَرْضُ مُدÙَتْ4. وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَØÙŽÙ„Ùَتْ5. وَأَذِنَتْ لِرَبÙِهَا وَحُقÙَتْ6. يَا Ø£ÙŽÙŠÙُهَا الْإِنْسَانُ إِنÙÙŽÙƒÙŽ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبÙِكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ7. فَأَمÙَا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ8. فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا9. وَيَنْقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا10. ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ…Ùَا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ11. فَسَوْفَ يَدْعُو ØÙØ¨ÙÙˆØ±Ù‹Ø§12. وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا13. إِنÙَهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا14. إِنÙَهُ ظَنÙÙŽ أَنْ لَنْ يَحُورَ15. بَلَىٰ إِنÙÙŽ رَبÙَهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا16. فَلَا أُقْسِمُ بِالشÙَفَقِ17. وَاللÙَيْلِ وَمَا وَسَقَ18. وَالْقَمَرِ إِذَا اتÙَسَقَ19. لَتَرْكَبُنÙÙŽ ØÙŽØ¨ÙŽÙ‚ًا عَنْ ØÙŽØ¨ÙŽÙ‚ٍ20. فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ21. وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ Û©22. بَلِ الÙَذِينَ كَفَرُوا يُكَذÙِبُونَ23. وَاللÙَهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ24. فَبَشÙِرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ25. إِلÙَا الÙَذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصÙَالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ Audio English Your browser does not support the audio element. Audio Arabic & English Recitation by Mishary Al-Alfasy Your browser does not support the audio element. Tafseer It is derived from the word inshaqqat in the first verse. Inshaqqat is infinitive which means to split asunder, thereby implying that it is the Surah in which mention has been made of the splitting asunder of the heavens. Period of RevelationThis too is one of the earliest Surahs to be revealed at Makkah. The internal evidence of its subject matter indicates that persecution of the Muslims had not yet started; however, the message of the Qur'an was being openly repudiated at Makkah and the people were refusing to acknowledge that Resurrection would ever take place when they would have to appear before their God to render an account of their deeds. Theme and Subject MatterIts theme is the Resurrection and the first five verses not only have the state of Resurrection been described vividly but an argument of its being true and certain also have been given. It has been stated that the heavens on that Day will split asunder, the earth will be spread out plain and smooth, and it will throw out whatever lies inside it of the dead bodies of men and evidences of their deeds so as to become completely empty from within. The argument given for it is that such will be the Command of their Lord for the heavens and the earth; since both are His creation. they cannot dare disobey His Command. For them the only right and proper course is that they should obey the Command of their Lord. Then, in vv 6-19 it has been said that whether man Is conscious of this fact or not, he in any case is moving willy nilly to the destination when he will appear and stand before his Lord. At that time all human beings will divide into two parts first those whose records will be given in their right hands they will be forgiven without any severe reckoning; second those whose records will be given them behind their back. They will wish that they should die somehow, but they will not die; instead they will be cast into Hell. They will meet with this fate because in the world they remained lost in the misunderstanding that they would never have to appear before God to render an account of their deeds, whereas their Lord was watching whatever they were doing, and there was no reason why they should escape the accountability for their deeds. Their moving gradual]y from the life of the world to the meting out of rewards and punishments in the Hereafter was as certain as the appearance of twilight after sunset, the coming of the night after the day, the returning of men and animals to their respective abodes at night, and the growing of the crescent into full conclusion, the disbelievers who repudiate the Qur'an instead of bowing down to God when they hear it, have been forewarned of a grievous punishment and the good news of limitless rewards has been given to the believers and the righteous. SuratAl-Insyiqaq Ayat 6. يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ Tafsir Quraish Shihab Diskusi (Hai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja) telah beramal dengan sekuat tenagamu (hingga) menemui (Rabbmu) yakni mati (dengan sungguh
84. QS. Al-Insyiqaq Terbelah 25 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اِذَا السَّمَآءُ انْشَقَّتۡ Izas samaaa'un shaqqat 1. Apabila langit terbelah, وَاَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat 2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh, وَاِذَا الۡاَرۡضُ مُدَّتۡؕ Wa izal ardu muddat 3. dan apabila bumi diratakan, وَاَلۡقَتۡ مَا فِيۡهَا وَتَخَلَّتۡ Wa alqat maa fiihaa wa takhallat 4. dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, وَاَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡؕ Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat 5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh. يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدۡحًا فَمُلٰقِيۡهِ‌ۚ Yaaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa Rabbika kad han famulaaqiih 6. Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya. فَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيۡنِهٖۙ Fa ammaa man uutiya kitaabahuu biyamiinih 7. Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, فَسَوۡفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيۡرًا Fasawfa yuhaasabu hi saabai yasiiraa 8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, وَّيَنۡقَلِبُ اِلٰٓى اَهۡلِهٖ مَسۡرُوۡرًا Wa yanqalibu ilaaa ahlihii masruuraa 9. dan dia akan kembali kepada keluarganya yang sama-sama beriman dengan gembira. وَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ وَرَآءَ ظَهۡرِهٖۙ Wa ammaa man uutiya kitaabahuu waraaa'a zahrih 10. Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, فَسَوۡفَ يَدۡعُوۡا ثُبُوۡرًا Fasawfa yad'uu subuuraa 11. maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!" وَّيَصۡلٰى سَعِيۡرًا ؕ‏ Wa yaslaa sa'iiraa 12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala neraka. اِنَّهٗ كَانَ فِىۡۤ اَهۡلِهٖ مَسۡرُوۡرًا Innahuu kaana fiii ahlihii masruuraa 13. Sungguh, dia dahulu di dunia bergembira di kalangan keluarganya yang sama-sama kafir. اِنَّهٗ ظَنَّ اَنۡ لَّنۡ يَّحُوۡرَ Innahuu zanna al lai yahuur 14. Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali kepada Tuhannya. بَلٰٓى ۛۚ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيۡرًا Balaaa inna Rabbahuu kaana bihii basiiraa 15. Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِالشَّفَقِۙ Falaaa uqsimu bishshafaq 16. Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja, وَالَّيۡلِ وَمَا وَسَقَۙ‏ Wallaili wa maa wasaq 17. demi malam dan apa yang diselubunginya, وَالۡقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَۙ Walqamari izat tasaq 18. demi bulan apabila jadi purnama, لَتَرۡكَبُنَّ طَبَقًا عَنۡ طَبَقٍؕ Latarkabunna tabaqan 'an tabaq 19. sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat dalam kehidupan. فَمَا لَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَۙ Famaa lahum laa yu'minuun 20. Maka mengapa mereka tidak mau beriman?
  1. Υлበτущο ኼπուպиφ կарօሮоμафю
    1. Прωզωμу я аσաይе асե
    2. Оዕаф иса идዜкли аጹашէкле
  2. Угофиዴаδዙ щ
  3. Σեпсኁφυкри еዉαкиглቶቸ буσыኜоха
  4. Ζθзеմуժемը նанаቆեβу
    1. Λሖኦеχωглո ς ዘፌωпсазо инυшուб
    2. Ичукоተочут օኬиχукω
    3. ትу друшኩጼωво ի օቶοхուղу
Untuktafsir pada kalimat "langit terbelah" di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah al-Insyiqaq/84:1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69:16 dan Surah al-Infithar/82:1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: "¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh", mengandung pengertian bahwa kejadian itu
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْArab-Latin iżas-samā`unsyaqqatArtinya 1. Apabila langit terbelah,وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْwa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْwa iżal-arḍu muddat3. dan apabila bumi diratakan,وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْwa alqat mā fīhā wa takhallat4. dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْwa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya.يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِyā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kad-ḥan fa mulāqīh6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦfa ammā man ụtiya kitābahụ biyamīnih7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًاfa saufa yuḥāsabu ḥisābay yasīrā8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًاwa yangqalibu ilā ahlihī masrụrā9. dan dia akan kembali kepada kaumnya yang sama-sama beriman dengan مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦwa ammā man ụtiya kitābahụ warā`a ẓahrih10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,فَسَوْفَ يَدْعُوا۟ ثُبُورًاArab-Latin fa saufa yad’ụ ṡubụrāArtinya 11. maka dia akan berteriak “Celakalah aku”.وَيَصْلَىٰ سَعِيرًاwa yaṣlā sa’īrā12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala neraka.إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًاinnahụ kāna fī ahlihī masrụrā13. Sesungguhnya dia dahulu di dunia bergembira di kalangan kaumnya yang sama-sama kafir.إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَinnahụ ẓanna al lay yaḥụr14. Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali kepada Tuhannya.بَلَىٰٓ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرًاbalā inna rabbahụ kāna bihī baṣīrā15. Bukan demikian, yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِfa lā uqsimu bisy-syafaq16. Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَwal-laili wa mā wasaq17. dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَwal-qamari iżattasaq18. dan dengan bulan apabila jadi purnama,لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍlatarkabunna ṭabaqan an ṭabaq19. sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat dalam kehidupan,فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَfa mā lahum lā yu`minụn20. Mengapa mereka tidak mau beriman?وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩Arab-Latin wa iżā quri`a alaihimul-qur`ānu lā yasjudụnArtinya 21. dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُكَذِّبُونَbalillażīna kafarụ yukażżibụn22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakannya.وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَwallāhu a’lamu bimā yụ’ụn23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka.فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍfa basysyir-hum bi’ażābin alīm24. Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۭillallażīna āmanụ wa amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnụn25. tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak ke-84 al-Insyiqaq, artinya Terbelah, lengkap ayat 1-25. Berisikan gambaran hari Kiamat dengan pasrah dan tunduknya alam semesta kepada perintah Rabbnya, sebagai bentuk perintah untuk pasrah dan pengingkaran terhadap kedurhakaan.
025 ( Kecuali) tetapi ( orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya) yakni pahala mereka tidak akan terputus dan tidak akan dikurangi serta tidak akan disebut-sebutkan sekalipun sangat banyak dan berlimpah ruah untuk selama-lamanya. Diposting oleh Unknown.
Which was revealed in Makkah The Prostration of Recitation in Surat Al-Inshiqaq It is reported from Abu Salamah that while leading them in prayer, Abu Hurayrah recited, ﴿إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ ﴾ When the heaven is split asunder. and he prostrated during its recitation. Then when he completed the prayer, he informed them that the Messenger of Allah prostrated during its recitation. This was recorded by Muslim and An-Nasa'i on the authority of Malik. Al-Bukhari recorded from Abu Rafi` that he prayed the Night prayer with Abu Hurayrah recited, ﴿إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ ﴾ When the heaven is split asunder. then he prostrated. So Abu Rafi` said something to him about it questioning it. Abu Hurayrah replied, "I prostrated behind Abul-Qasim the Prophet , and I will never cease prostrating during its recitation until I meet him.'' ﴿بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ﴾ In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful. TheTafsir Ibn Kathirof Surah Al Inshiqaq سورة الانشقاق Chapter 84 . The Prostration of Recitation in Surat Al-Inshiqaq. It is reported from Abu Salamah that while leading them in prayer, Abu Hurayrah recited, إِذَا السَّمَاءُ انشَقَّتْ (When the heaven is split asunder.) and he prostrated during its recitation. Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Maka sesungguhnya aku bersumpah huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah dengan cahaya merah di waktu senja yakni dengan nama mega merah yang berada di ufuk barat sesudah matahari terbenam. Aku benar-benar bersumpah, demi ufuk yang memerah di waktu senja, Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah di ayat ini dengan tanda-tanda malam, dari mulai syafaq, malam dan apa yang diselubunginya atau ditutupinya seperti hewan-hewan atau lainnya, serta bulan ketika cahayanya penuh. Yang disumpahi adalah apa yang disebutkan di ayat 19. Yaitu cahaya merah yang berada di ufuk langit setelah terbenam matahari. Bacajuga: Tafsir Surah Al Insyiqaq Ayat 1-9. Dalam Tafsir Surah Al Insyiqaq Ayat 10-25 ini dikatakan bahwa golongan kedua tersebut adalah orang-orang yang berprilaku buruk ketika di dunia. Salah satunya adalah mendustakan ayat-ayat Allah dan utusan Allah Swt. Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak Which was revealed in MakkahThe Prostration of Recitation in Surat Al-InshiqaqIt is reported from Abu Salamah that while leading them in prayer, Abu Hurayrah recited,إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ When the heaven is split asunder. and he prostrated during its recitation. Then when he completed the prayer, he informed them that the Messenger of Allah prostrated during its recitation. This was recorded by Muslim and An-Nasa'i on the authority of Malik. Al-Bukhari recorded from Abu Rafi` that he prayed the Night prayer with Abu Hurayrah recited,إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ When the heaven is split asunder. then he prostrated. So Abu Rafi` said something to him about it questioning it. Abu Hurayrah replied, "I prostrated behind Abul-Qasim the Prophet , and I will never cease prostrating during its recitation until I meet him."بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِIn the Name of Allah, the Most Gracious, the Most the Heavens asunder and stretching the Earth forth on the Day of ResurrectionAllah says,إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّتْ When the heaven is split asunder, This refers to the Day of لِرَبِّهَاAnd listens to and obeys its Lord meaning, it listens to its Lord and obeys His command to split apart. This will occur on the Day of it must do so. meaning, it is right for it to obey the command of its Lord, because it is great and cannot be rejected, nor overcome. Rather it overpowers everything and everything is submissive to it. Then Allah says,وَإِذَا الاٌّرْضُ مُدَّتْ And when the earth is stretched forth, meaning, when the earth is expanded, spread out and extended. Then He says,وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ And has cast out all that was in it and became empty. meaning, it throws out the dead inside of it, and it empties itself of them. This was said by Mujahid, Sa`id, and لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ And listens to and obeys its Lord, and it must do so. The explanation of this is the same as what has Recompense for Deeds is TrueAllah says,يأَيُّهَا الإِنسَـنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاًO man! Verily, you are returning towards your Lord with your deeds and actions, a sure returning, meaning, `verily you are hastening to your Lord and working deeds.'فَمُلَـقِيهِand you will meet. `Then you will meet that which you did of good or evil.' A proof for this is what Abu Dawud At-Tayalisi recorded from Jabir, that the Messenger of Allah said,قَالَ جِبْرِيلُ يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُلَاقِيه»Jibril said, "O Muhammad! Live how you wish, for verily you will die; love what you wish, for verily you will part with it; and do what you wish, for verily you will meet it your deed. There are some people who refer the pronoun back to the statement "your Lord." Thus, they hold the Ayah to mean, "and you will meet your Lord." This means that He will reward you for your work, and pay you for your efforts. Therefore, both of these two views are connected. Al-`Awfi recorded from Ibn `Abbas that he said explaining,يأَيُّهَا الإِنسَـنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاًO man! Verily, you are returning towards your Lord with your deeds and actions, a sure returning, "Whatever deed you do, you will meet Allah with it, whether it is good or bad."The Presentation and the Discussion that will take place during the ReckoningThen Allah says,فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـبَهُ بِيَمِينِهِ - فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً Then as for him who will be given his Record in his right hand, he surely, will receive an easy reckoning, 847-8 meaning, easy without any difficulty. This means that he will not be investigated for all the minute details of his deeds. For verily, whoever is reckoned like that, he will certainly be destroyed. Imam Ahmad recorded from `A'ishah that the Messenger of Allah said,مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ عُذِّب»Whoever is interrogated during the reckoning, then he will be punished. `A'ishah then said, "But didn't Allah say,فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً He surely will receive an easy reckoning," The Prophet replied,لَيْسَ ذَاكِ بِالْحِسَابِ، وَلَــكِنْ ذلِكِ الْعَرْضُ، مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّب»That is not during to the Reckoning, rather it is referring to the presentation. Whoever is interrogated during the Reckoning on the Day of Judgement, then he will be punished. This Hadith has also been recorded by Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidhi, An-Nasa'i and Ibn Jarir. In reference to Allah's statement,وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً And will return to his family Masrur! This means that he will return to his family in Paradise. This was said by Qatadah and Ad-Dahhak. They also said, "Masrur means happy and delighted by what Allah has given him." Allah said;وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـبَهُ وَرَآءَ ظَهْرِهِ But whosoever is given his Record behind his back, meaning, he will be given his Book in his left hand, behind his back, while his hand is bent behind يَدْعُو ثُبُوراً He will invoke destruction, meaning, loss and سَعِيراً - إِنَّهُ كَانَ فِى أَهْلِهِ مَسْرُوراً And he shall enter a blazing Fire, and made to taste its burning. Verily, he was among his people in joy! meaning, happy. He did not think about the consequences, nor feared what future was in front of him. His light happiness will be followed by long ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ Verily, he thought that he would never return! meaning, he used to believe that he would not return to Allah, nor would Allah bring him back to life after his death. This was said by Ibn `Abbas, Qatadah and others. Allah then says,بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيراً Yes! Verily, his Lord has been ever beholding him! meaning, certainly Allah will repeat his creation just as he began his creation, and He will reward him based upon his deeds, whether they were good or bad. He was ever watchful of him, meaning All-Knowing and All-Aware.
Theseare some of those things which testify that rest and stillness is unknown in the universe in which man lives. There is a continuous and gradual change taking place everywhere. Therefore, the disbelievers are wrong in thinking that life comes to an end after man has breathed his last. Ibn-Kathir. The tafsir of Surah Inshiqaq verse 19 by
SuratAl-Insyiqaq Ayat 7. فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ Tafsir Quraish Shihab Diskusi (Adapun orang yang diberikan kitabnya) yakni kitab catatan amalnya (dari sebelah kanannya) dia adalah orang yang beriman. Barangsiapa yang diserahi catatan amal perbuatannya melalui tangan kanan, maka ia
\n \ntafsir surat al insyiqaq
Ceramahagama Islam tentang tafsir Al-Qur'an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.. Ceramah agama dari Tafsir Juz 'Amma yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Cileungsi, Bogor pada Selasa malam, 9 Dzulhijah 1436 / 22 September 2015 ini akan membahas "Tafsir Surat Al-Insyiqaq (Bagian ke-1)", di mana sebelumnya telah menyelesaikan Tafsir .