🫎 Bagian Bagian Sterilizer Dan Fungsinya

Perangkattersebut digunakan untuk mengontrol steam dalam sterilizer dengan menggunakan parameter waktu, tekanan, dan suhu. Pengontrolan dalam proses pengolahan kelapa sawit, diatur melalui bagian-bagian sterilizer. Artikel ini akan menjelaskan mengenai bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam panel control rebusan beserta fungsinya. Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Autoclave merupakan salah satu dari jenis alat yang digunakan untuk sterilisasi. Autoclave digunakan di berbagai bidang tidak terkecuali dalam dunia kesehatan yakni di rumah sakit, klinik dan juga laboratorium. Ada beberapa jenis autoclave sebagaimana sudah kita ketahui bersama di artikel yang lalu. Untuk lebih memperkaya pengetahuan kita, Kali ini kita akan ulas mengenai bagian – bagian autoclave dan fungsinya Bagian – Bagian Autoclave dan Fungsinya Salah satu metode sterilisasi yang efektif digunakan dalam sterilisasi alat – alat medis adalah metode panas uap bertekanan dengan menggunakan alat Autoclave. Kita juga telah membahas salah satu contoh bagaimana prosedur penggunaan alat autoclave dalam bahasan cara menggunakan autoclave untuk sterilisasi alat kesehatan. Namun ada yang kurang apabila kita tidak mengetahui detail bagian atau komponen dari alat ini. Umumnya sebuah Autoclave atau alat sterilisasi uap bertekanan memiliki bagian – bagian yang sama. Hal ini karena kesamaan prinsip kerja satu dan yang lainnya. Berikut ini bagian – bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah alat sterilisasi uap yang disebut dengan Autoclave. 1. Katup Pengatur Tekanan Kalau kita melihat tipe autoclave model klasik seperti Autoclave GEA 18 Liter. Akan tampak jelas sekali bahwa bagian ini terdapat pada sisi atas tutup Autoclave tersebut. Katup pengatur tekanan ini berfungsi untuk mengatur tekanan memberikan dan melepaskan tekanan dalam siklus sterilisasi dari awal hingga berakhirnya proses sterilisasi. Katup ini dibuka di akhir sterilisasi untuk menurunkan tekanan. 2. Pengukur Tekanan Manometer Selain katup tekanan, ada juga pengukur tekanan. Umumnya disebut dengan manometer. Sebagaimana katup pengatur tekanan, manometer ini juga sangat jelas terlihat pada autoclave tabung model klasik. Sedangkan pada autoclave modern terletak di bagian depan atau di bagian lain. Tidak terdapat di bagian atas sebagaimana model autoclave klasik. Pengukur tekanan ini berfungsi sebagai penunjuk tekanan pada saat proses sterilisasi berlangsung. 3. Panel Kontrol Setiap alat yang menggunakan daya atau tegangan listrik pastinya memiliki panel kontrol untuk memudahkan penggunaan seperti menyalakan dan mematikan, konektor kabel power dan juga pengaturan lainnya. Demikian juga dengan Autoclave, terdapat panel kontrol yang umumnya terdapat tombol ON/OFF, Pengatur Waktu Timer, dan lainnya. 4. Pengatur Waktu Sebenarnya kita tidak bisa katakan dengan pasti pengatur waktu ini berfungsi untuk mengatur waktu lamanya proses sterilisasi. Karena pada sebagian autoclave, waktu sterilisasi justru ditentukan oleh titik tekanan yang tercapai. Tidak lebih dari 30 menit. Jadi, lebih tepatnya mungkin kita sebut penunjuk waktu sterilisasi. Berfungsi untuk menunjukan dan memonitor lamanya waktu sterilisasi berlangsung. 5. Penunjuk Suhu Kontrol Suhu Bagian penting dari sebuah Autoclave selain yang sudah kita sebutkan diatas adalah penunjuk suhu atau bisa juga kita sebut termometer monitor suhu. Alat ini umumnya terpasang juga pada panel kontrol bersama dengan tombol ON/OFF, penunjuk tekanan dan lainnya. Bagian ini berfungsi untuk menunjukkan suhu pada saat sterilisasi berlangsung. 6. Elemen Pemanas Dulu terdapat beberapa model Autoclave bakar, jadi tidak menggunakan tenaga listrik dalam proses boiling untuk menghasilkan uap. Namun sekarang sudah tidak lagi digunakan. Berganti pada model elektrik. Dalam hal ini tentu saja terdapat komponen Elemen Pemanas di bagian bawah. Fungsi bagian ini adalah memanaskan dan mendidihkan air pada saat proses sterilisasi dimulai. 7. Sarangan wadah alat yang disterilkan Dalam prosedur sterilisasi menggunakan autoclave, pengisian air tidak boleh melebihi batas, hal ini agar air tidak menyentuh benda yang disterilkan nantinya ketika mendidih. Dan proses sterilisasi pun menggunakan uap yang dihasilkan bukan metode boiling. Oleh sebab itu terdapat bagian yang kita anggap berfungsi sebagai sarangan. Yakni wadah yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk menempatkan benda yang akan disterilkan sekaligus tidak menghalangi uap menyentuh benda – benda tersebut. 8. Sekrup Pengaman Sekrup ini terdapat di bagian atas Autoclave, tepatnya di bagian sisi – sisi luarnya. Sekrup ini berfungsi sebagai pengaman dan pengunci tutup Autoclave agar tertutup dengan sempurna sehingga tidak ada kebocoran. Mekanismenya cukup simpel, hanya memutar sekrup setelah tutup Autoclave dipasang hingga sekrup dirasa kencang. Umumnya terdapat lebih dari dua buah sekrup, tiga atau empat. Pada autoclave modern seperti sekarang ini, sekrup telah berganti dengan pengunci otomatis yang dirancang dengan mekanisme canggih serta keamanan yang tinggi. Berbagai macam model dan jenis Autoclave diciptakan hingga sekarang ini, jadi mungkin saja terdapat bagian – bagian Autoclave yang belum di bahas dalam artikel ini. Namun, pada umumnya, alat Autoclave memiliki bagian – bagian dengan fungsi yang sudah kita uraikan diatas. Sekian, semoga bermanfaat. Kunjungi katalog Autoclave di toko kami dan temukan produk yang anda butuhkan.
Դοтвувсաжև фыгևրοнтοժ итИслንժոм ωλιфалιηሻդ ሲиղևщирсо
Ֆωψኮврօ δևлομелиցаΒոбе озυւигуст եмቯсጉ
Ու ጰխпсօжεΗоφоснеռ срህ
Ιкл онеλаሟተлГኅφኔдроνа фидрυሣуፃеκ ωзፓрсоኖይψθ
MaterialPlastik ABS. Umumnya body motor akan dibuat dari bahan plastik ABS ( Acrylonitrile Butadiene Styrene ). Bahan ini dinilai memiliki kelenturan dan kekuatan yang baik. Apalagi didukung dengan butadiene yakni bahan sejenis karet. ABS juga mampu bertahan pada suhu -20 derajat celcius bahkan 80 derajat celcius. Moms sedang mencari alat sterilisasi untuk botol susu Si Kecil? Berikut ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa bunuh kuman dan bakteri hingga 99,9%. Para Moms pasti setuju bahwa mensterilkan perlengkapan bayi berikut aksesori lainnya merupakan pekerjaan yang memakan waktu. Moms harus memastikan perlengkapan bayi, terutama untuk makan dan minum, harus steril agar Si Kecil tidak terpapar kuman dan bakteri jahat. Namun mencuci dan mengeringkan juga jadi tugas melelah dan menyita waktu, karena fokus Moms akan terbagi dengan mengurus Si Kecil yang butuh banyak perhatian. Menggunakan alat sterilisasi elektrik bisa membuat pekerjaan Moms jadi lebih mudah dan praktis. Apalagi alat sterilisasi yang menggunakan radiasi elektromagnetik pada sinar khusus tersebut, ampuh membunuh mikroorganisme. Mencuci perlengkapan bayi secara biasa, belum tentu bisa membunuh kuman dan bakteri. Apalagi Si Kecil masih rentan terhadap berbagai jenis penyakit di luar sana. Kini Moms sudah tahu betapa pentingnya alat sterilisasi UV. Jika tertarik, ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang efektif membunuh kuman dan bakteri. 1. Alat Sterilisasi UV Claire’s Alat sterilisasi UV yang pertama, yaitu Claire’s UV Sterilizer. Moms dapat mensterilisasi semua perlengkapan makanan bayi dengan produk ini. Claire’s UV Sterilizer dapat membunuh 99,99% kuman dan bakteri dalam struktur molekul DNA dan RNA. Moms tidak perlu khawatir jika ada peralatan Si Kecil yang terbuat dari plastik. Alat ini aman untuk berbagai produk plastik. Selain plastik, alat sterilisasi UV ini juga aman untuk produk lain berbahan silikon, metal, melamin, dan beling. Hal ini karena bagian dalam Claire’s UV Sterilizer dilapisi bahan stainless dan kaca yang tahan panas. Fitur menarik lainnya dari produk ini, yaitu sirkulasi eksternalnya dilengkapi dengan mesh filter yang mencegah debu masuk ke dalam. Namun tetap berfungsi pula untuk mendinginkan suhu PTC yang baik. 2. uPang UV Waterless Sterilizer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang. uPang pertama kali diperkenalkan pada 2008 di Korea Selatan. Di Korea Selatan, uPang menjadi merek alat sterilisasi botol bayi terlaris nomor satu dan disukai selama lima tahun berturut-turut. Adapun di Indonesia, uPang menjadi alat sterilisasi tanpa air pertama dari Korea Selatan. Keunggulan produk ini, yaitu mampu menampung hingga 16 botol, telah disertifikasi oleh Food and Drug Administration FDA Amerika Serikat, dan teruji menghilangkan 99,9% bakteri berbahaya. Kelebihan lain uPang UV Waterless Sterilizer 7 Series, yaitu hemat listrik karena hanya mengonsumsi listrik sebesar 20-35 watt. Jadi Moms tidak perlu khawatir tagihan listrik bakal membengkak. 3. Alat Sterilisasi UV uPang Plus+ Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang Plus+. Produk ini merupakan versi upgrade dari uPang UV Waterless Sterilizer. Keunggulan uPang Plus+, yaitu memiliki rotating dual UV lamp. Fitur ini memastikan distribusi sinar UV yang lebih baik ke seluruh sudut. Pintu alat steril ini ada dua, yakni pintu internal dan eksternal. Bagian eksternal terbuat dari panel LED. Adapun pintu internal terbuat dari tinted tempered reinforced glass. Pada pintu eksternal, Moms bisa melihat status mode yang sedang berjalan di uPang Plus+. Selain itu, layar LED di pintu ini bisa menunjukkan dan menghitung mundur sisa waktu untuk mode tersebut. Keunggulan lainnya yaitu tombolnya yang modern dan seamless. Tombol di pintu internal mudah ditekan dan digunakan. Tombol uPang Plus+ untuk mode “automatic” juga ada di pintu eksternal untuk memudahkan pemakaian. Dari segi ukuran, alat sterilisasi UV ini juga lebih besar dari versi sebelumnya. Kapasitas uPang Plus+ bisa diisi hingga 25 botol sekaligus. Namun dari segi pemakaian listrik juga cukup tinggi, yakni 20-70 watt. 4. Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View Alat sterilisasi UV selanjutnya, yaitu Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View yang dilengkapi dengan bluetooth. Moms bisa menghubungkan produk ini dengan ponsel pintar via bluetooth. Hal ini karena Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View memiliki aplikasi untuk mengatur dan memantau dari jarak jauh. Produk ini dilengkapi dengan teknologi PTC heater dan double blower. Jadi, alat sterilisasi UV ini akan membuat perlengkapan bayi lebih cepat kering dan panasnya merata. Proses sterilisasi pada produk ini pun menggunakan 2 lampu UVC Osram dari Italia yang dapat membunuh segala jenis bakteri dan virus hingga 99,9%. Pada bagian dalam, Haenim UV Sterilizer menggunakan stainless mirror. Fungsinya, yaitu untuk memantulkan sinar UVC ke segala arah agar proses sterilisasi cepat. 5. Alat Sterilisasi UV RayQueen RayQueen UV Sterilizer jadi salah satu rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa Moms pertimbangkan. Alat sterilisasi satu ini diklaim dapat membunuh bakteri hingga 99,9%. RayQueen UV Sterilizer bisa membunuh bakteri, seperti Salmonella typhimurium, Salmonella cholerasuis, Pseudumonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Selain itu, kapasitas alat sterilisasi UV ini juga cukup besar hingga bisa menampung 12 botol. Yang paling penting, hemat listrik karena hanya memakan daya 70W dan mudah dioperasikan. Sterilizer UV ini memiliki 3 Mode sterilisasi UV dengan fungsi pengeringan dan fungsi penyimpanan otomatis Storage Mode selama 10 jam. Dengan desain yang elegan, produk dari GEA ini bisa mempercantik interior rumah. 6. OONEW UV Sterilizer with Dryer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah OONEW UV Sterilizer with Dryer HEPA Filter Drying Intelligent 3 in 1 Sterilizer. Produk ini merupakan alat sterilisasi UV dengan tiga fungsi utama, yaitu mensterilkan, mengeringkan, dan menyimpan. Selain itu, produk ini dilengkapi mirror stainless steel untuk memaksimalkan refleksibilitas UV. Dengan lampu UV ganda, produk ini dapat menghilangkan 99,9% kuman dan bakteri secara efektif. Selain itu, produk ini bebas dari bahan kimia dan dapat mensterilisasi tanpa air. Keunggulan lain produk ini, yaitu pengeringan dilakukan dengan suhu rendah. Metode pengeringan menggunakan inframerah dengan suhu 40-60 derajat celsius. Perlengkapan bayi yang berbahan plastik akan dikeringkan secara bertahap. Jadi, Moms tidak perlu khawatir ada bahan kimia beracun yang dapat terlepas dari peralatan karena suhu tinggi. Dengan konsumsi daya 85 watt, alat sterilisasi ini dapat menampung 12 botol atau 10 botol wide neck sekaligus. 7. Coby UV Sterilizer Alat steril yang satu ini merupakan produk dari Cobyhaus. Coby UV Sterilizer menggunakan teknologi modern 2 in 1. Pertama, teknologi pengeringan PTC dengan temperatur rendah. Kedua, produk ini menggunakan lampu UV dari Philips yang hemat energi. Selain itu, produk ini dilengkapi HEPA filter yang berfungsi untuk menyaring bakteri jahat agar tidak mencemari Coby UV Sterilizer. Moms juga tidak perlu khawatir soal suara ketika alat sterilisasi UV ini sedang bekerja. Coby UV Sterilizer bekerja dalam diam, sehingga cocok diletakkan di kamar Si Kecil tanpa khawatir mengganggu tidurnya. Mode penyimpanannya juga tidak akan mengganggu waktu istirahat Moms dan Si Kecil. Hal ini karena mode storage dapat diatur hingga 8 jam. Soal kapasitas, Coby UV Sterilizer dapat memuat 12 botol ukuran kecil atau 8 botol ukuran besar. 8. Alat Sterilisasi UV Spectra Sterilizer Satu lagi alat sterilisasi UV, yaitu Spectra UV Sterilizer. Dikutip dari akun Instagram resmi Spectra Baby Indonesia, produk yang satu ini menggunakan lampu UV Osram HNS 4W G5 yang dibuat di Italia. Selain mampu membunuh kuman hingga 99,9%, alat Spectra ini memiliki tiga kipas untuk proses pengeringan. Proses pengeringan pun lebih cepat dan benar-benar kering. Bagian dalam produk ini dilapisi oleh stainless steel tanpa siku, sehingga mampu membuat pantulan UV tersebar ke segala arah. Fitur menarik dari alat ini, yaitu fitur pengamanan auto off. Jadi, ketika Moms membuka pintu Spectra UV Sterilizer, lampu UV otomatis mati. Adapun pada mode auto, produk ini menjalankan fungsi pengeringan terlebih dahulu sebelum proses penyinaran. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi bakteri dari sirkulasi udara saat pengeringan berlangsung. Mengenai penyimpanan, Moms bisa menyimpan botol atau peralatan lain selama 10 jam. Adapun konsumsi listriknya sebesar 180 watt. Itulah sejumlah rekomendasi alat sterilisasi UV. Semoga dapat membantu Moms memilih yang terbaik untuk Si Kecil.
Bagianbunga yang memiliki nama latin corolla ini merupakan salah satu yang mencolok karena berada di area luar. Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan komponen bunga lainnya. Mahkota bunga diciptakan berwarna-warni agar dapat menarik perhatian serangga penyerbuk di sekitarnya. Selain itu, mahkota bunga juga berfungsi untuk melindungi
Sterilisasi menjadi prosedur wajib di lingkungan medis baik rumah sakit, klinik dan pusat – pusat layanan medis lainnya. Hal ini tentu bertujuan untuk membuat masyarakat pengunjung rumah sakit serta elemen yang terdapat di dalamnya merasakan ketenangan dan kenyamanan serta rasa takut akan penularan penyakit. Kita mengenal ada dua macam alat sterilisasi alat medis yang digunakan di rumah sakit, sterilisator kering dan autoclave, mau pilih yang mana ? Kita simak ulasan singkat tentang beberapa perbedaan antara sterilisator kering dry heat sterilizer dan Autoclave. Kedua alat tersebut sama – sama digunakan pada metode sterilisasi fisik dengan pemanasan. Bedanya, yang satu panas kering dan yang lainnya panas uap. Namun kita tidak mengenal secara detail tentang karakteristik masing – masing alat ini. Yang kita tahu, keduanya dapat dan bisa digunakan untuk sterilisasi alat – alat kesehatan di rumah sakit, laboratorium dan juga klinik. Secara umum, kedua alat ini sudah pernah kita bahas pada postingan yang lalu tentang macam – macam alat sterilisasi. Hanya saja, kita tidak membahas secara mendetail. Hanya di bagian permukaannya saja. Barangkali anda membutuhkan informasi lebih detail mengenai dua jenis alat ini sehingga anda akan bisa memilih mana alat sterilisasi yang tepat untuk rumah sakit atau klinik anda. Dry Heat Sterilizer Sterilisator Kering Sterilisator kering juga termasuk alat sterilisasi yang banyak digunakan dalam dunia medis. Unutk mensterilkan alat – alat medis dari mikroba berbahaya hingga tingkat spora alat ini harus mencapai suhu tinggi. Setidaknya kurang lebih harus mencapai 170 °C dalam waktu kurang lebih selama 1 jam 60 menit. Namun demikian, sterilisator kering sangat cocok digunakan untuk mensterilkan peralatan – peralatan yang terbuat dari logam. Khususnya benda – benda tajam karena tidak merusak ketajaman. Selain benda – benda yang terbuat dari logam, sterilisator kering juga efektif digunakan untuk mensterilkan benda – benda yang mengandung unsur bubuk, lemak, atau minyak. Peralatan yang terbuat dari bahan kaca, hidrofobik juga baik distrilkan menggunakan alat sterilisasi ini. Seharusnya kita sudah sangat mengenal alat ini. Sudah begitu banyak pembahasan mengenai Autoclave mulai dari Bagian – Bagian Autoclave, Jenis Autoclave hingga contoh prosedur penggunaan autoclave untuk sterilisasi. Berbeda dari sterilisator kering, Autoclave menggunakan suhu tinggi dan juga tekanan tinggi untuk menghancurkan mikroba berbahaya seperti virus dan bakteri dalam satu alat. Jika sterilisator kering menggunakan suhu hingga 170 °C, Autoclave hanya cukup mencapai suhu sekitar 121 °C dan hanya membutuhkan waktu selama 15 menit. Selain efektifitas dari sisi waktu dan suhu yang digunakan, Autoclave juga cukup fleksibel karena dapat digunakan untuk mensterilisasi berbagai macam peralatan. Namun demikian, Uap bisa merusak istrumen yang tidak terlindungi. Oleh sebab itu, dibutuhkan pouch ketika akan mensterilkan instrument bedah dengan menggunakan Autoclave. Selain itu, ketika anda menggunakan Autoclave, ketika proses selesai anda juga harus mengeringkan peralatan sebelum dimasukkan dalam wadah steril untuk disimpan. Hal ini mengingat kelembaban bisa juga mengandung mikroba yang kembali menempel pada alat. Diantara peralatan yang baik disterilkan menggunakan autoclave diantaranya seperti bahan – bahan yang mudah terbakar, media kultur jaringan, cairan, dan bahan – bahan lainnya yang akan menjadi rusak apabila dipanaskan menggunakan panas yang kering. Panas yang dihasilkan dalam Autoclave merupakan panas basah atau panas Uap, selain itu juga melibatkan tekanan tinggi saat proses sterilisasi berlangsung. Nah, sekarang anda telah mengetahui lebih detail tentang Sterilisator Kering dan juga Autoclave. Anda akan lebih mudah memilih mana yang akan anda gunakan di instansi anda. Atau anda akan menggunakan keduanya, karena kebutuhan sterilisasi anda harus menggunakan dua alat tersebut. Hal ini tentu sangat baik karena akan sangat efisien dalam proses sterilisasi. Anda tidak perlu khawatir, karena dua jenis alat sterilisasi tersebut sudah kami sediakan dari berbagai brand terkemuka yang sudah teruji kualitasnya. Anda bisa cek produknya di katalog Autoclave di toko kami. Dilansirdari Cleveland Clinic, berikut adalah bagian-bagian jantung dan fungsinya. Baca juga: 5 Fungsi Darah bagi Tubuh Manusia. 1. Perikardium. Perikardium adalah otot yang berkontraksi (meremas) dan rileks untuk mengirim darah ke seluruh tubuh. Lapisan jaringan otot yang disebut septum membagi perikardium menjadi sisi kiri dan kanan. Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Tipe horizontal, yang merupakan bejana horizontal dan memiliki keuntungan antara lain - Kapasitas sterilizer antara 15 – 30 ton TBS - Pengoperasian lebih mudah dan praktis - Buah tidak bersinggungan langsung dengan dinding, sehingga bahan olah tidak mungkin menyebabkan bejana menjadi korosi. - Pengisian uap masuk dan pembuangan uap keluar serta pembuangan air kondensat lebih muda dilakukan. Pada gambar [1] dapat dilihat jenis sterilizer tipe horizontal seperti yang dibawah ini Gambar Sterilizer tipe horizontal Bagian – Bagian dari Sterilizer 1. Body Body sterilizer merupakan lembaran – lembaran dari plat – plat yang di rol, kemudian disambungkan membentuk silinder yang panjang. Saluran pemasukan uap Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Saluran uap ini dilas dengan body dan dibuat flensa untuk menyambungkan ke pipa uap masuk. Selain saluran masuk juga ada saluran air kondensat dan alat pengukur tekanan. 2. Pintu Pintu dibuat seperti potongan bola, yang terletak di kiri dan kanan. Pintu merupakan sarana untuk mempermudah pemasukan lori yang berisi sawit. 3. Locking Ring Fungsi locking ring adalah untuk memperketat pintu dan untuk menjaga uap tidak tembus dari sela – sela pintu. 4. Rel dan Lori Untuk mempercepat proses perebusan maka buah sawit dimasukkan ke dalam lori, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan buah tidak lama. Akan tetapi, tanpa adanya rel lori juga susah untuk dimasukkan dan dikeluarkan dari sterilizer Komponen - Komponen Pembangun Utama Control Valve FIG 360 – 104 Air To Close Control valve adalah valve yang mengendalikan laju arus sesuai dengan tekanan udara dari positioner. Control Valve terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian actuator, bonnet dan body. Sistem kerjanya adalah dengan menaikan tekanan udara operasi, plat diafragma turun menekan pegas yang dihubungkan dengan plat diafragma, sehingga menggerakkan tangkai actuator. Kemudian tangkai itu berhenti dimana posisi gaya pegas itu seimbang dengan tekanan udara. Bukaan Control valve tergantung pada Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. gerakan tangkai valve. Dan apabila terjadi suatu kesalahan, maka valve ini secara otomatis akan tertutup. Control Valve ini dalam penggunaannya juga ditunjang dengan pemakainan controller yang memegang perannan penting setelah recorder dan indicator. Yang terpasang pada panel control. Sedangkan alat penunjang lain disebut by pass valve yang terpasang di pasangan. Bagian – bagian pembangun Control Valve FIG 360 – 104 dapat kita lihat dibawah ini [5]. Gambar Control Valve Keterangan gambar 1. Diaphragm Casings 2. Diaphragm Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. 3. Diaphragm Plate 4. Actuator Spring 5. Actuator Steam 6. Spring Seat 7. Spring Adjustor 8. Steam Conector 9. Yoke 10. Travel Indikator 11. Indikatos Skale 12. Valve Plug Steam 13. Packing Flange 14. Actuator Yoke Locknut 15. Packing 16. Packing Box 17. Bonnet 18. Bonnet Gasket 19. Spiral Wound Gasket 20. Cage Gasket 21. Valve Plug 22. Cage 23. Seat Ring 24. Valve Body Eva Febrina Sinulingga “Penggunaan Control Valve Pada Sterilizier Dengan Fig 360 – 104 Untuk Mengontrol Aliran Steam” Aplikasi PTPN IV Unit Usaha Adolina Sumatera Utara, 2010. Anilisa Data
Sebuahautoklaf tersusun atas beberapa bagian yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Dan berikut bagian-bagian dari autoklaf secara umum yang perlu diketahui beserta fungsinya. 1. Kabel Tenaga (Power Cord) Kabel tenaga merupakan kabel yang khusus digunakan oleh autoklaf jenis listrik yang memanfaatkan listrik sebagai sumber tenaga.
Sistem kerja dan pengertian Sterilizer merupakan sebuah proses yang digunakan di pabrik – pabrik kelapa sawit adalah proses yang berguna untuk membersihkan buah kelapa sawit tanpa banyak menggunakan tenaga manusia dengan proses yang lebih cepat salah satunya adalah Vertical Sterilizer System, Penggunaan proses sterilizer diperlukan untuk mempercepat proses pembersihan kelapa sawit sebelum diproses lebih lanjut, cara kerja nya muda untuk dipahami. mesin ini bekerja untuk membersihkan tandan buah segar hingga menghasilkan biji – biji inti sawit yang akan diproses selanjutnya. Salah satu sterilizer yang paling umum digunakan adalah vertical sterilizer, sterilizer jenis ini sangat umum digunakan di pabrik – pabrik sawit, selain itu proses yang dilakukan pun bisa disebut lebih mudah dibandingkan proses sterilizer yang lainnya, Selain itu ada beberapa tingkatan dalam sistem perebusannya, yaitu sistem perebusan triple peak dan double peak. Sistem proses sterilizer vertical ini memiliki system kerja dengan pompa hidrolik dan memang pada umumnya memilkiki kunci pengaman elektrolik untuk menutup bagian atas alat dimana buah sawit segar segera dimasukan. Proses mesin sterilizer melakukan kerjanya tanpa butuh banyak tenaga, mesin ini bekerja dengan menggunakan scraper conveyor yang hasilnya yaitu membersihkan tandan sawit segar sekaligus memisahkan biji inti dari buahnya, perebusan tandan sawit segar pun biasanya harus melewati perebusan yang dilakukan pada mesin terpisah, sesudah itu, sawit hasil perebusan akan dimasukan kedalam mesin stabilizer yang memiliki scraper conveyor. tetapi sebelum itu tangki dimasukan satu perempat air hingga sawit yang dimasukan seluruhnya akan terendam dan masuk ke dalam air sehingga tidak akan mudah rusak. Karena zaman sekarang perkembangan tekonologi berkembang pesat, mesin ini sekarang tidak membutuhkan proses perebusan dan pembersihan tidak dilakukan dengan proses manual dan dilakukan di mesin secara terpisah, sekarang kelapa sawit segar direbus dengan system doble peak yang hanya membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 80 menit, hasilnya pun tidak perlu dikeluarkan secara manual, karena hanya dengan bantuan satu operator saja, hasil dari proses ini akan dibantu oleh auger yang langsung memasukannya kedalam system conveyor. Vertical stabilizer jauh lebih efektif dibandingkan dengan mesin lama, proses perebusan dan pembersihan akan dilakukan dengan cepat dengan mesin ini karena pengembangan serangkaian proses yang lebih cepat, baik dan efisien. Pengembangan yang baik dalam mesin ini memungkinkan agar tandan sawit segar dan hasil rebusan tidak mudah tersebar dan rusak, masin ini membuat proses awal pembersihan menjadi lebih efektif, karena pada zaman dulu mesin untuk memproses kelapa sawit digunakan untuk membersihkan dan pelunakan bagian luar sawit saja. keamanan dan efisiensi kerja pun terjamin sehingga hasil sawit yang dikeluarkan pun lebih banyak dan berkualitas, tenaga yang dikeluarkan untuk orang – orang yang mengoperasikannya hanya sedikit dikeluarkan untuk proses ini tidak besar tanpa ada proses manual, yang diperlukan hanya memasukan tandan dan menutup mesinnya saja. Gearbox dapat membantu mesin untuk mengocok sawit dan menghubungkan antara tempat perebusan dengan conveyor agar biji sawit inti dapat dijadikan minyak. Meskipun sudah terpercaya tetapi mesin ini memiliki resiko kebocoran, anda harus tetap merawat dan memastikan mesin yang digunakan terjamin dan aman, selain itu untuk mencgah kebocoran anda harus memastikan mesin ini bekerja dengan baik. itulah artikel tentang sistem, pengertian, dan komponen sterilizer yang mungkin dapat membantu anda, terima kasih. Distributor Mesin Pabrik Sawit sejak 1993, Mesin yang kami jual seperti Screw Press, Digester, Turbin Shinko, Boiler, Fan, Heater, Ripple Mill nut cracker, EFB Press, EFB Shredder, Rotary Brush Strainer, Sand Cyclone, Vibrating Screen, Kernel Press, Hydrocyclone, Vibratory Feeder, Permanent Magnet, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment Plant View all posts by mesinsawit Post navigation Bagianbagian penting dari printer inkjet dan fungsinya : Kepala cetak/kartrid. Print head merupakan bagian terpenting dari sebuah printer inkjet dan harganya biasanya paling mahal dibandingkan dengan komponen lainnya. Print head ini memiliki fungsi menulis atau menyemprotkan tinta pada kertas pada saat proses pencetakan. Salah satu alat Sterilisasi yang cukup banyak digunakan di berbagai bidang adalah Autoclave atau Autoklaf. Autoclave adalah alat sterilisasi yang digunakan dalam metode sterilisasi secara panas basah atau panas uap. Kalau kita lihat bentuknya hampir mirip dengan dandang tertutup dengan ukuran yang besar. Di dalamnya terdapat elemen pemanas, di bagian tutupnya terdapat Pressure Gaug dan katup pelepas tekanan. Sebelum anda memutuskan untuk membeli alat ini, ada baiknya simak penjelasan tentang bagian – bagian autoclave dan fungsinya berikut ini. Mengenal Bagian – Bagian Autoclave Dan Fungsinya Masing – Masing Di pasaran terdapat banyak macam model, tipe dan merk autoclave. Terkadang tipe satu dan yang lainnya memiliki fitur berbeda. Namun demikian, komponen atau bagian – bagian dalam sebuah autoclave standar sebagai berikut 1. Tombol ON / OFF Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan Autoclave. Tombol ini ada pada seluruh jenis Autoclave, baik autoclave manual bukan autoclave bakar atau autoclave yang sudah menggunakan sistem digital pemrograman. 2. Tombol Pengatur Waktu Pada beberapa jenis Autoclave terdapat tombol pengatur waktu. Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan pengatur waktu. Jadi, ketika tombol ini diaktifkan, pengatur waktu dapat berfungsi secara otomatis . Tombol ini terdapat pada jenis autoclave semi otomatis. 3. Pengatur Waktu timer Bagian ini berfungsi untuk mengatur berapa lama yang akan digunakan untuk sterilisasi. Prosedur sterilisasi menggunakan autoclave umumnya berkisar antara 15 hingga 30 menit dalam satu periode waktu sterilisasi. 4. Pengatur Suhu kontrol suhu Pengatur suhu pada jenis autoclave digital digunakan untuk menentukan besarnya suhu sterilisasi. Sekaligus memberikan perintah pada Autoclave untuk memulai sterilisasi ketika suhu yang diinput sudah tercapai. Pada Autoclave semi otomatis pengatur suhu digunakan untuk mempertahankan suhu tetap stabil 5. Penutup Autoclave Bagian ini memiliki pont yang sangat penting. Tutup ini berperan untuk menutup autoclave dari bagian atas sedemikian sehingga uap panas dan tekanan tidak keluar bocor. 6. Penunjuk Tekanan Pressure Gauge Bagian autoclave yang satu ini terdapat di bagian tutup Autoclave. Pressure Gauge berfungsi sebagai penunjuk tekanan dalam autoclave saat proses sterilisasi berlangsung. 7. Katup Pelepas Uap Selain terdapat pressure gauge di bagian tutup autoclave juga terdapat komponen berupa katup yang berjumlah dua. Katup ini berfungsi untuk melepaskan tekanan uap ketika proses sterilisasi berlangsung. Katup ini juga dapat berfungsi sebagai pengatur tekanan ketika terjadi Over Pressure. 8. Sekrup Pengaman Di bagian atas body Autoclave terdapat Sekrup yang didesain secara khusus untuk mengklem dan mengunci tutup autoclave agar kencang, rapat dan tidak bocor. Jumlah sekrup ini cukup banyak. Melingkar di seluruh lingkaran dandang atau bejana tekan. 9. Termometer Penunjuk Suhu Komponen ini berfungsi untuk mengukur suhu sterilisasi. Pada autoclave digital pengatur suhu, penunjuk suhu terhubung dengan timer dan juga sistem terpadu yang menjadikan autoclave bekerja secara otomatis. 10. Elemen Pemanas Di bagian bawah Bejana Tekan terdapat elemen pemanas super yang berfungsi memanaskan air hingga mendidih sehingga terjadilah uap panas yang mengalir ke seluruh permukaan alat yang disterilkan. 11. Power Cord Di bagian luar terdapat Slot untuk mengubungkan kabel power dari autoclave ke stop kontak listrik. 12. Kran Pembuangan Di sebagian autoclave dilengkapi dengan kran pembuangan yang terdapat di bagian bawah luar body atau bejana. Komponen ini berfungsi untuk mengeluarkan sisa air ketika proses sterilisasi telah selesai. Baca juga Cara sterilisasi menggunakan Autoclave Nah itulah ulasan tentang bagian – bagian autoclave dan fungsinya yang umumnya terdapat pada sbuah Autoclave, alat sterilisasi uap atau steam disinfector. Bila anda membutuhkan informasi produk Autoclave terbaru baik untuk kebutuhan medis, klinik, industri langsung saja hubungi kontak kami untuk tanyakan langsung informasi lebih lengakapnya.
\n\n \n \n\nbagian bagian sterilizer dan fungsinya
Sensorini juga berfungsi untuk membuat suhu sterilisasi stabil dengan saklar otomatis yang terintegerasi. 13. Handle. Ada satu bagian yang terlupa yaitu handle atau pegangan. Bagian ini berfungsi untuk mengangkat autoclave dan juga membuka penutup autoclave. Baca juga : Mengenal macam - macam metode sterilisasi. Sejak awal virus ini merebak, pemerintah dan berbagai ahli kesehatan sudah mengumumkan bahwa persebarannya dapat terjadi melalui droplet. Namun seiring dengan berkembangnya penelitian, ternyata ditemukan bahwa virus dapat bertahan dalam jangka waktu itu, Mama perlu memastikan setidaknya barang-barang yang Mama sentuh dan gunakan setiap hari secara rutin bebas dari virus. Terlebih jika Mama baru melahirkan. Baik Mama dan si Kecil pasti sangat membutuhkan perlindungan ekstra. Salah satu cara memberikan perlindungan ekstra adalah dengan menggunakan sterilizer. Buat Mama yang masih ragu untuk memiliki barang yang satu ini, simak ulasan Popmama berikut ini deh!1. Sterilizer dapat membunuh virus dan bakteri hingga Gal Botol susu bayi Mungkin sebelumnya kita sudah bisa tenang saat suatu permukaan tidak terdapat kotoran yang menempel, tapi semenjak pandemik, definisi bersih nggak hanya sebatas permukaan barang yang nggak terdapat kotoran saja. Sekarang Mama semakin sadar bahwa barang-barang yang Mama gunakan terutama yang berkaitan dengan si Kecil harus bebas dari virus dan bakteri yang mana keduanya nggak bisa terlihat dengan mata telanjang. Tapi tenang Ma, Mama bisa kok memastikan barang-barang yang Mama gunakan bebas dari virus dan bakteri dengan menggunakan Polytron UV Sterilizer Box. Polytron Multipurpose Sterilizer Box ini dilengkapi dengan mode UV-C Lamp Sterilization yang mampu membunuh virus dan bakteri hingga Barang-barang lebih steril dan Mama jadi lebih tenang deh!Editors' Picks2. Dapat digunakan sebagai pengering peralatan bayiPopmama/Polytron Sterilizer Box dari Polytron Sterilizer Box dari Polytron ini juga dapat digunakan sebagai alat pengering lho, Ma. Apalagi jika kaitannya dengan peralatan bayi seperti botol susu misalnya. Peralatan bayi harus dalam kondisi kering karena jika sampai ditinggalkan dalam kondisi lembab atau terdapat air yang menjadi dingin, botol bisa jadi sarang berkembangnya mikroorganisme. Dengan Polytron Multipurpose Sterilizer Box ini, Mama bisa mengeringkan dengan Mode DRY 10-360 menit hingga suhu 60 derajat Celcius3. Tempatnya yang luas dapat digunakan untuk mensterilkan uang, dompet hingga smartphoneShutterstock/Still AB Perlengkapan yang sering terpapar virus Nggak hanya Mama untuk kebutuhan si Kecil saja yang bisa memanfaatkan Polytron Multipurpose Sterilizer Box ini, Papa juga bisa lho. Misalnya saat si Papa habis bepergian dari luar rumah, saat kembali ke rumah, Papa bisa menaruh barang-barangnya untuk disterilisasi terlebih dahulu nih. Jadi kondisi rumah bisa lebih steril tanpa ada virus dan bakteri yang terbawa dari luar rumah. Ini karena Polytron Multipurpose Sterilizer Box punya tempat yang luas dan dilengkapi dengan beberapa fitur penting seperti HEPA + Activated Carbon Filter yang mampu menyaring partikel debu dan kuman serta menghilangkan bau tidak sedap, Food Grade karena bahan materialnya aman untuk makanan, dan tentu saja multipurpose karena bisa digunakan untuk peralatan makan, paket, uang, botol, masker kain, handphone, dompet, dan lainnya dan sebagainya. 4. Mama bisa menjadikan sterilizer sebagai tempat penyimpananPopmama/Polytron Polytron sterilizer box sebagai storage Mama merasa peralatan si Kecil gak aman jika ditaruh di rak alat makan? Tenang Ma, Polytron Multipurpose Sterilizer Box ini bisa kok Mama alih fungsikan sebagai ruang penyimpanan. Gak hanya dengan Mode DRY dan Mode UV-C Lamp Sterilization yang sudah disebutkan sebelumnya, Polytron Multipurpose Sterilizer Box juga bisa mengoperasikan kedua mode tadi secara otomatis lho. Jadi, alat-alat yang Mama gunakan bisa dikeringkan dan disterilisasi secara Hemat waktu dan efisienShutterstock/paulaphoto Mama sedang menggendong si Kecil Bayangkan harus berapa lama Mama harus mencuci peralatan bayi lalu mengeringkannya secara manual. Pasti memakan waktu yang lama deh, Ma. Tapi, cerita ini nggak akan terjadi kalau, Mama menggunakan Polytron Multipurpose Sterilizer Box yang sudah dilengkapi dengan indikator waktu pengoperasian yang bisa Mama sesuaikan baik itu ditambahkan atau dikurangi waktu pengoperasiannya. Mama jadi bisa dengan bebas melakukan aktivitas lainnya deh selagi mensterilkan barang-barang. Lebih efisien kan?Nah, itu tadi beberapa manfaat yang bisa Mama rasakan jika Mama menggunakan Polytron Multipurpose Sterilizer Box di rumah. Sterilizer Box memang penting banget kan, Ma? Apalagi jika Mama baru saja melahirkan. Untuk tahu info selengkapnya seputar Polytron Multipurpose Sterilizer Box? Langsung klik di sini ya! Sehat selalu untuk Mama dan keluarga! CSC
ReadOr Download Gallery of struktur dan fungsi gigi info pendidikan dan biologi - Susunan Gigi Manusia | bagian dan fungsi gigi gigi susu dan gigi dewasa semua tentang gigi, alat pencernaan pada manusia, anatomi dasar dan fisiologi sistem organ tubuh manusia pintar biologi, ukuran lidah manusia normal blog klinik dokter gigi part 3,
Irena Agustiningtyas Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa dapat Menjelaskan definisi sterilisasi Menjelaskan jenis-jenis sterilisasi dan fungsinya Menjelaskan perbedaan sterilisasi dan desinfeksi Melakukan sterilisasi dan desinfeksi dengan benar Pendahuluan Sterilisasi di dalam laboratorium mikrobiologi menjadi bagian yang penting untuk menghindari hasil positif palsu. Sterilisasi terhadap alat dan bahan sebelum pelaksanaan kegiatan praktikum mikrobiologi membantu hasil atau identifikasi yang akurat terhadap pemeriksaan mikrobiologi. Demikian pula proses desinfeksi dan teknik aseptik oleh praktikan juga tidak dapat dilupakan karena akan mempengaruhi hasil. Sehingga dalam materi ajar ini akan disampaikan mengenai sterilisasi, desinfeksi, dan teknik aseptik. Sterilisasi dan Desinfeksi Sterilisasi didefinisikan sebagai upaya untuk membunuh mikroorganisme termasuk dalam bentuk spora. Desinfeksi merupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora Tille, 2017. Jenis Sterilisasi dan Fungsinya Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan metode fisika maupun kimia Tille, 2017. a. Sterilisasi dengan metode fisika dapat dilakukan dengan cara 1. Pemanasan A. Pemanasan kering i. Pemijaran Metode ini dengan memanaskan alat biasanya berupa ose di atas api bunsen sampai ujung ose memijar. Gambar 7. Pemijaran ose ii. Pembakaran Pembakaran dilakukan untuk alat-alat dari bahan logam atau kaca dengan cara dilewatkan di atas api bunsen namun tidak sampai memijar. Misalkan a melewatkan mulut tabung yang berisi kultur bakteri di atas api Bunsen; b memanaskan kaca objek di atas api busnen sebelum digunakan; c memanaskan pinset sebelum digunakan untuk meletakkan disk antibiotic pada cawan petri yang telah ditanam bakteri untuk pemeriksaan uji kepekaan antibiotik. iii. Hot air oven Sterilisasi dengan metode ini digunakan untuk benda-benda dari kaca/gelas, petri, tabung Erlenmeyer, tidak boleh bahan yang terbuat dari karet atau plastic. Oven Suhu 160-1800C selama jam. Alat-alat tersebut terlebih dahulu dibungkus menggunakan kertas sebelum dilakukan sterilisasi. Gambar 8. Hot air oven iv. Insinerator Bahan-bahan infeksius seperti jarum bekas suntikan yang ditampung dalam safety box biohazard, darah, dilakukan sterilisasi dengan menggunakan insinerator. Hasil pemanasan dengan suhu 8700-9800 C akan menghasilkan polutan berupa asap atau debu. Hal ini yang menjadi kelemahan dari sterilisasi dengan metode insenerasi. Namun, metode ini dapat meyakinkan bahwa bahan infeksius dapat dieliminasi dengan baik yang tidak dapat dilakukan dengan metode lainnya. B. Pemanasan basah Merupakan pemanasan dengan tekanan tinggi, contohnya adalah dengan menggunakan autoklav. Sterilisasi dengan metode ini dapat digunakan untuk sterilisasi biohazard bakteri limbah hasil praktikum dan alat-alat yang tahan terhadap panas bluetip, mikropipet, pembuatan media, dan sterilisasi cairan. Pemanasan yang digunakan pada suhu 1210C selama 15 menit Tille, 2017. Pemanasan basah dapat menggunakan i. Autoklaf manual Metode ini menggunakan ketinggiian air harus tetap tersedia di dalam autoklaf. Sterilisasi menggunakan autoklaf manual tidak dapat ditinggal dalam waktu lama. Autoklaf manual setelah suhu mencapai 1210C setelah 15 menit, jika tidak dimatikan maka suhu akan terus naik, air dapat habis, dan dapat meledak. ii. Autoklaf digital/otomatis Alat ini dapat diatur dengan suhu mencapai 1210C selama 15 menit. Setelah suhu tercapai, maka suhu akan otomastis turun sampai mencapai 500C dan tetap stabil pada suhu tersebut. Jika digunakan untuk sterilisasi media, suhu ini sesuai karena untuk emmbuat media diperlukan suhu 50-700 C. Gambar 9. Autoklaf manual dan otomatis 2. Radiasi Radiasi ionisasi digunakan untuk mensterilkan alat-alat berupa bahan plastic seperti kateter, plastic spuit injeksi, atau sarung tangan sebelum digunakan. Contoh radiasi ionisasi adalah metode pada penggunaan microwave yaitu dengan menggunakan panjang gelombang pendek dan sinar gamma high energy. 3. Filtrasi penyaringan Metode ini digunakan untuk sterilisasi bahan-bahan yang sensitive terhadap panas seperti radioisotope, kimia toksik. i. Filtarsi berupa cairan dengan menggunakan prinsip melewatkan larutan pada membran selulosa asetat atau selulosa nitrat. ii. Filtarsi berupa udara dengan menggunakan high-efficiency particulate air HEPA untuk menyaring organisme dengan ukuran lebih besar dari µm dari ruang biology savety cabinet BSCs b. Sterilisasi dengan metode kimiawi 1. Uap formaldehide atau hydrogen peroksida digunakan untuk sterilisasi filter HEPA pada BSCs. 2. Glutaraldehyde bersifat sporisidal, yaitu membunuh spora bakteri dalam waktu 3-10 jam pada peralatan medis karena tidak merusak lensa, karet, dan logam, contohnya adalah alat untuk bronkoskopi. Jenis Desinfeksi dan fungsinya Desinfeksi dengan metode fisika dilakukan dengan 3 cara yaitu Merebus pada suhu 1000 C selama 15 menit dapat membunuh bakteri vegetative. Pasteurisasi pada suhu 630C selama 30 menit atau 720C selama 15 detik yang berfungsi membunuh patogen pada makanan namun tidak mengurangi nutrisi dan rasa dari makanan tersebut. Menggunakan radiasi non-ionisasi seperti ultraviolet UV. Sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang yang panjang dengan low energy. Contohnya adalah untuk membunuh bakteri yang ada di permukaan BSCs. Sehingga, sebelum menggunakan BSCs, sinar UV harus dinyalakan terlebih dahulu yaitu kurang lebih 30 menit sebelum penggunaan. Desinfeksi dengan metode kimiawi Desinfeksi dengan metode kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan desinfektan. Bahan yang termasuk dalam desinfektan yaitu Etil alcohol 70% lebih efektif dibandingkan dengan etil alcohol 95%, hal ini dikarenakan kemampuan air H2O dalam menghidrolisis ikatan protein dari mikroorganisme. Sehingga, proses membunuh mikroorganisme menjadi lebih efektif. Aldehid yang berupa glutraldehid dan formaldehid memiliki kemampuan iritasi yang besar sehingga tidak digunakan sebagai antiseptic. Halogen, seperti chlorin dan iodine merupakan desinfektan yang seringali digunakan. Persiapan sebelum dilakukan operasi seringkali menggunakan kombinasi etil alcohol 70% diikuti dengan povidon-iodine. Logam berat, contohnya adalah air raksa. Karena logam ini sangat berbahaya bagi lingkungan, maka penggunaannya sebagai desinfektan tidak direkomendasikan. Namun dalam keadaan konsentrasi sangat rendah misalkan silver nitrat 1%, masih efektif digunakan dalam pengobatan konjungtivitis neonatorum karena Neisseria gonorrhoeae. Desinfektan yang digunakan pada kulit disebut sebagai antiseptik. Antiseptik didefinisikan sebagai bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada jaringan hidup, contohnya adalah kulit. Mekanisme kerja dari antiseptic sebagian besar adalah menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme bakteriostatik namun dapat juga membunuh bakteri bakterisidal. Referensi Tille, P. M. 2017. Bailey & Scott’s Diagnostic Microbiology. In Basic Medical Microbiology fourteenth, p. 45. St. Louis Missouri Elsevier.
Masingmasing bagian pada antena parabola mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda namun saling berkaitan. Jika salah satu komponen parabola ini tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan kerja parabola dalam menangkap sinyal satelit tidak maksimal. Mengetahui dan memahami fungsi dari tiap bagian parabola akan berguna pada saat Hallo sahabat Blog Laboratorium, apakah anda sedang belajar mengenai perlatan laboratorium? Nah jika dari anda mungkin sedang belajar mengetahui alat lab berikut ini saya akan menjelaskan kepada anda mengenai alat Steam Sterilizer yang mungkin bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan menganai alat lab. Untuk itu silahkan baca berikut ini pembahasannya dengan Sterilizer atau biasa dikenal atau disebut Autoklaf yaitu merupakan alat pemanas tertutup yang biasanya digunakan untuk dapat membantu dalam mensterilisasi suatu benda dengan menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi selama kurang lebih dari 15 menit. Peningkatan tekanan pada autoklaf atau Steam Sterilizer ini tidak dimaksudkan untuk membunuh suatu mikroorganisme, namun melainkan untuk meningkatkan suhu dalam autoklaf atau Steam Steam SterilizerDan untuk fungsi dari Steam Sterilizer ini yaitu Autoklaf ini dapat digunakan untuk dapat membantu dalam melakukan sterilisasi pada suatu wadah dan benda di laboratorium yang dapat digunakan untuk sebuah penelitian. Autoklaf/Steam Sterilizer ini digunakan untuk dapat mematikan bahan-bahan berbahaya seperti pada limbah medis sebelum dibuang. Ataupun Steam Sterilizer ini juga dapat digunakan untuk mensterilkan pada peralatan medis yang akan digunakan di bidang Autoklaf atau Steam SterilizerNah perlu anda ketahui mengenai salah satu alat lab ini yaitu memeiliki beberapa jenis atau macam-macamnya maka dari itu berikut ini adalah beberapa jenis jenis autoklaf, diantaranya yaitu sebagai berikut1. Portable Pressure Steam SterilizerPortable Pressure Steam Sterilizer Electric dan keunggulannyaStruktur baja tahan karat tekanan indikasi skala dioperasikan, aman dan anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Table Top Steam SterilizerFitur dan KeunggulannyaKursus sterilisasi Sterilisasi otomatis dikendalikan oleh komputer, mudah maksimum 134C, cocok untuk sterilisasi flash 4-6 yang aman dari kekurangan perangkat pelindung otomatis dengan suhu berlebih dan tekanan sterilisasi secara otomatis akan memotong daya dan kemudian baja tahan karat anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Vertical Pressure Steam SterilizerFitur dan keunggulanyaStruktur baja tahan karat roda tangan dari struktur pintu terbuka kunci pengaman digital status kerja, sentuhan tipe & tekanan berlebih otomatis – aman dari kekuranga secara otomatis dengan bunyi bip yang mengingatkan discharge the cool air,and steam discharging automacally aer untuk sterilisasi instrumen medis, produk kapas stainless steel SUS304/AlSl 304 24 bulan. 13. Kemungkinan untuk menginstal sistem pengeringan sesuai anda tertarik ingin membeli alatnya silahkan klik Steam SterilizerNah untuk anda yang ingin mengetahui berapa harga steam sterilizer anda bisa mengunjungi link berikut ini, silahkan anda isi formulir pernawaranya atau tulis kebutuhan anda di formulir mungkin itu saja yang dapat admin sampaikan kepada anda mengenai alat lab yaitu steam sterilizer atau autoklaf, mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan informasi atau referensi bagi anda khususnya yang ingin mengetahui seputar alat lab atau ingin membeli steam sterilizer tersebut. Terimakasih.
Saatini, mari kita lanjut membahas tentang alat sterilisasi autoclave mulai dari pengertian autoclave, fungsi autoclave, prinsip kerja autoclave, bagian-bagian autoclave beserta fungsinya, cara menggunakan autoclave dan jenis-jenis autoclave. Baca : Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya. Akan terasa asing dan aneh jika sebuah laboratorium
Abstrak Sebagaimana diketahui bahwa proses sterilisasi pada buah sawit diperlukan untuk menon-aktifkan enzim yang dapat memicu terdegradasinyamutu minyak dan inti sawit. Selain itu, juga untuk memudahkan proses pengambilan minyak dan inti sawit dari buah sawit. Dewasa ini, teknologi untuk proses sterilisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pengembangan teknologi sterilizer tidak hanya sebatas pada bentuk modelnya Contruction saja, akan tetapi juga pada sistim terkontrolnya control system yang menjalankan operasionalnya. Pengembangan teknologi sterilisasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari proses sterilisasi itu sendiri. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai kharakteristik beberapa sterilizer yang ada, yaitu sterilizer jenis konvensional horizontal danmodern. Adapun modernsterilizermeliputi; spherical bola, verticaldan continue. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, diketahui bahwa masing-masing sistim dan teknologi sterilisasi yang ada saat ini memiliki kharakter kelebihan dan keunggulan yang berbeda-beda dalam satu hal yang perlu diperhatikan bahwa apapun bentuk dan jenis sterilizer-nya yang penting adalah prinsip dasar dari proses sterilisasi harus diterapkan secara benar agar diperoleh output yang tinggi dan kehilangan losses minyak dan inti sawit dapat semaksimal mungkin direduksi serta kapasitas olah pabrik dapat tercapai seoptimal mungkin. Kata kunci sterilizer konvensional, sterilizer horizontal, sterilizer vertikal, sterilizer kontinu PENDAHULUAN Sterilisasi adalah proses awal yang dilakukan di pabrik kelapa sawit PKS dengan cara merebus buah sawit menggunakan steam. Tujuan dilakukannya sterilisasi adalah a. Mencegah peningkatan kadar asam lemak bebas FFA yang terjadi akibat aktivitas lipolitik enzimatis dari enzim lipase. Hal ini karena adanya pemanasan pada strerilisasi b. Memudahkan dalam pemipilan mekanis, memudahkan pelepasan brondolan buah dari tandan dengan steam kering. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free KOMPARASI STERILIZER KONVENSIONAL DAN MODERN Muhammad Ansori Nasution1*, Hasrul Abdi Hasibuan2 dan Bagus Giri Yudanto1 1Kelompok Peneliti Rekayasa Teknologi dan Pengolahan Limbah 2Kelompok Peneliti Pengolahan Hasil dan Mutu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Jl. Brigjend Katamso No. 51, Medan *Email ansoricca Abstrak Sebagaimana diketahui bahwa proses sterilisasi pada buah sawit diperlukan untuk menon-aktifkan enzim yang dapat memicu terdegradasinyamutu minyak dan inti sawit. Selain itu, juga untuk memudahkan proses pengambilan minyak dan inti sawit dari buah sawit. Dewasa ini, teknologi untuk proses sterilisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pengembangan teknologi sterilizer tidak hanya sebatas pada bentuk modelnya Contruction saja, akan tetapi juga pada sistim terkontrolnya control system yang menjalankan operasionalnya. Pengembangan teknologi sterilisasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari proses sterilisasi itu sendiri. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai kharakteristik beberapa sterilizer yang ada, yaitu sterilizer jenis konvensional horizontal danmodern. Adapun modernsterilizermeliputi; spherical bola, verticaldan continue. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, diketahui bahwa masing-masing sistim dan teknologi sterilisasi yang ada saat ini memiliki kharakter kelebihan dan keunggulan yang berbeda-beda dalam satu hal yang perlu diperhatikan bahwa apapun bentuk dan jenis sterilizer-nya yang penting adalah prinsip dasar dari proses sterilisasi harus diterapkan secara benar agar diperoleh output yang tinggi dan kehilangan losses minyak dan inti sawit dapat semaksimal mungkin direduksi serta kapasitas olah pabrik dapat tercapai seoptimal mungkin. Kata kunci sterilizer konvensional, sterilizer horizontal, sterilizer vertikal, sterilizer kontinu PENDAHULUAN Sterilisasi adalah proses awal yang dilakukan di pabrik kelapa sawit PKS dengan cara merebus buah sawit menggunakan steam. Tujuan dilakukannya sterilisasi adalah a. Mencegah peningkatan kadar asam lemak bebas FFA yang terjadi akibat aktivitas lipolitik enzimatis dari enzim lipase. Hal ini karena adanya pemanasan pada strerilisasi b. Memudahkan dalam pemipilan mekanis, memudahkan pelepasan brondolan buah dari tandan dengan steam kering. c. Melunakkan buah sehingga memudahkan ketika proses digester. Selama sterilisasi, panas harus menembus pericarp dan temperatur cukup untuk periode yang cukup panjang sehingga physico-chemical buah proses ini, air akan keluar dari pericarp, beberapa protein dibekukan, beberapa material getah akan terhidrolisa atau dibekukan dan ini akan memudahkan memudahkan sel minyak selama digester dan mengurangi jumlah emulsifier pada langkah berikutnya. d. Prekondisi untuk biji agar tidak mudah pecah selama proses pengepresan dan pemecahan biji. Penetrasi panas menyebabkan banyak inti menjadi lepas kisut dari cangkang sehingga memudahkan pemisahan biji di silo nut. Selama pressan dari buah di digester, terutama jika proporsi nut dari pericarp tinggi, nut harus mendapat perlakuan mekanik. Jika buah masih panas kemuungkinan cangkang cukup elastis dan menjadi retak bahkan kadang-kadang pecah. Oleh karena itu untuk meminimalisasi kerusakan nut selama pressan buah ketika dipress suhu diatur sekitar 100°C sehingga penetrasi panas cukup untuk menyusutkan inti. Saat ini, teknologi pengolahan minyak kelapa sawit sudah mengalami perkembangan khususnya pada stasiun sterilisasi. Perkembangan yang terjadi meliputi proses pengolahan, sistem kontrol dan jenis sterlisasi yang digunakan. Jika, proses terdahulu sterilisasi menggunakan sistem batch, saat ini sudah ada proses sterilisasi dengan sistem kontinu. Jika dulu orang meninggalkan jenis sterilizer vertikal, saat ini sudah banyak yang menggunakan. Perkembangan lainnya yang terjadi termasuk inovasi dari teknologi yang sudah ada, seperti penggunaan rel sudah digantikan dengan menggunakan indexer system, juga saat ini telah banyak menggunakan alat bantu hidrolik dan pneumatik. Perkembangan teknologi sterilisasi saat ini adalah Hoe and Eng 2010 a. Sterilisasi kontinu pada tahun 2006 ada 29 PKS pada tahun 2008 berjumlah 45 PKS. b. Sterilisasi vertikal pada tahun 2006 7 PKS dan pada tahun 2008 ada 11 PKS. c. Sterilisasi dengan menggunakan Indexer tahun 2006 ada 45 PKS dan pada tahun 2008 ada 71 PKS. d. Spherical Sterilizer sterilisasi bola pada tahun 2007 ada 2 PKS dan pada tahun 2008 ada 9 PKS. e. Sterilisasi otomatis pada tahun 2007 hanya ada 1 PKS dan pada tahun 2008 berjumlah 8 PKS. Pada kajian ini, akan dilakukan komparasi antara teknologi sterilisasi yang ada, meliputi sterilisasivertikal, horizontal dan umum, pengelompokan sterilizer dibagi dalam dua bagian yaitu sterilisasi konvensional dan yang dibandingkan dalam kajian ini adalah kehilangan minyak terdiri dari kehilangan minyak di kondensat dan di tandan kosong tankos serta buah yang tidak terlepas dari tankos, jumlah steam yang digunakan, biaya perawatan dan keselamatan serta kenyamanan operator. JENIS STERILISASI 1. Sterilisasi Konvensional Sterilisasi konvensional adalah sterilisasi yang masih menggunakan lori dan biasanya disebut juga sterlizer horizontal. Hingga kini, Sterilizerjenis ini masih banyak digunakan walaupun keberadaan sudah mulai digantikan dengan jenis sterilizer lainnya seperti verticalmaupun spherical. Sterilizer jenis ini dilengkapi dengan suatu rel internal dan tandan buah diisi dalam lori baja yang beroda dan chasis didorong ke dalam Sterilizer dengan hati-hati. Lori secara normal berisi ton atau terutama di pabrik yang lebih besar ton tandan bahkan saat ini sudah ada mencapai 15 ton per lori. Pada umumnya dua atau lebih Sterilizer diinstall di horizontal dilengkapi dengan pintu yang dapat berputar tunggal atau sebagai alternatif dengan satu pintu pada masing-masing ujungnya. Sterilizer ini juga sudah mulai dikembangkan terlihat akhir-akhir ini perkembangannya diantaranya adalah penggunaan pintu otomatis, penggunaan indexer sebagai pengganti capstand serta penggunaan tipler sebagai pengganti hoisting crane. Gambar 1. Bentuk dan Model CMC / Indexer Sterilizer Gambar 1, menunjukkan konstruksi horizontal sterilizer jenis compact modular concept CMC atau biasa disebut dengan sterilizer jenis indexer. Sebagaimana sterilizer jenis konvensional pada umumnya, proses sterilisasi TBS pada sterilizer ini dilakukan dengan sistim tiga puncak Tripple Peak. Begitu juga dengan tekanan dan lama waktu sterilisasi tidak ada perbedaan seperti halnya pada PKS konvensional. Sterilizer model indexer ini masih menggunakan lori sebagai wadah TBS pada saat sterilisasi, tetapi tidak menggunakan Capstan, bollard, dan transfer carriage, oleh karena itu, panjang sterilizer hanya 12 meter, akan tetapi diameternya lebih besar, yaitu sekitar 3,2m. Proses pemasukan dan pengeluaran dari sterilizer ke Tipper menggunakan hydraulic actuator. Cara pengisian TBS ke lori sebelum proses disterilisasi dan pengumpanan TBS yang telah direbus ke thresher dilakukan pada satu tempat, yaitu; Tipper, sehingga konstruksinya lebih kompak. Mengingat proses pemasukan dan pengeluaran lori dari sterilizer tidak menggunakan tali baja, maka sumber potensi kecelakaan kerja akibat kegagalan pada tali baja dapat dieliminir secara optimal, sehingga aspek keamanan kerja operator lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan tali baja. Hal ini mengingat bahwa, frekuensi kecelakaan paling sering terjadi di PKS adalah di area capstand dan lintasan lori, telah terjadi kecelakaan dengan korban meninggal dunia di beberapa PKS, dengan CMC operator bisa mengoperasikan sebagian besar peralatan cukup dari platform saja hanya pengisian TBS ke lori dari loading ramp yang tidak bisa dilakukan dari platform. Kelebihan yang ada pada sistem sterilisasi horizontal diantaranya adalah tersedianya TBS yang siap diolah sebelum dan setelah sterilisasi sehinga menjamin kesinambungan proses di PKS, memiliki sistem yang simple, konsisten, handal dan dapat menjaga keefektifan biaya. 2. Sterilisasi Modern Jenis sterilisasi modern dalam kajian ini meliputi sterilisasi vertikal, sterilisasi bolaspherical community 2011 dan sterilisasi kontinu. Sterilisasi vertikal adalah sistem sterilisasi dengan menggunakan vessel yang tegak atau dapat dikatakan sterilizer konvensional yang masa lampau, sistem sterilisasi vertikal sempat ditinggalkan dan digantikan oleh sistem ini dikarenakan sistem sterilisasi vertikal memiliki kapasitas yang sedikit terbatas, sering terjadi tumpat pada saat pengeluaran TBS yang telah direbus dan juga banyak kehilangan minyak di tankos dan air pada saat ini permasalahan tersebut sudah dapat diatasi. Sistem vertikal sudah dapat digunakan untuk mengolah hingga kapasitas lebih dari 25 ton TBS untuk satu sterilizer dulu maksimum di 6-8 ton, ketumpatan TBSpada saat unloading juga dapat dihindari dengan penggunaan auger/screw, kehilangan minyak sudah dapat dihindari dengan adanya inovasi proses dimana minyak di kondensat dan tankos dapat di kutip kembali dengan menambah beberapa alat. Sterilisasi kontinu merupakan salah satu inovasi teknologi sterilisasi yang baru diterapkan pada pabrik kelapa ini beroperasi pada tekanan atmosferik dengan tekanan sekitar 1 bar. Gambar 2. Ilustrasi Proses Sterilisasi Pada Continuous Sterilizer Gambar 2, menunjukkan urutan proses sterilisasi pada continuous sterilizer, di mana seluruh jalur proses berlangsung secara sinambung terutama proses sterilisasi tidak ada lagi sistim perebusan secara intermiten batch. Sebelum dimasukkan ke dalam BUNCH BUNCH CONDITIONERCONDITIONERINLET FLAP VALVEINLET FLAP VALVEOULET FLAP VALVEOULET FLAP VALVELIVE STEAM LIVE STEAM INJECTIONINJECTIONTWO DECK TWO DECK CONVEYORCONVEYOR sterilizer, ukuran TBS direduksi dengan cara membelahnya pada alat bunch condition untuk memperkecil ukuran tandan sehingga memudahkan penetrasi uap ke bagian tengah TBS pada saat proses sterillisasi. Sterilisasi dilakukan dengan live steam pada kondisi tekanan atmosferik dan TBS yang disterilisasi bergerak secara terus menerus melalui sebuah conveyor didalam sterillizer. Kondisi ini berbeda dengan sterilisasi lain yang biasanya beroperasi pada tekanan 3 bar. Jarak panjang jalur sterilisasi untuk antara 50 hingga 150 meter tergantung kepada kapasitas yang diinginkan. Keunggulan sistem kontinu adalah jumlah pekerja yang lebih sedikit, biaya operasi dan perawatan lebih rendah, pengoperasian sterilizer yang lebih mudah, lebih mudah dalam hal pengawasan dan menjadikan proses di PKS menjadi sistem otomatik, lebih aman untuk operator. Jenis sterlisasi lainnya juga sudah diaplikasikan di pabrik kelapa sawit diantaranya adalah sistem tilting sterilizer. KOMPARASI STERILISASI BERDASARKAN PARAMETER Komparasi antara teknologi sterilisasi dalam kajian ini mengikuti beberapa aspek diantaranya adalah a. Biaya investasi Biaya investasi untuk setiap teknologi memiliki modern saat ini tidak memerlukan lori, rel, transfer carriage, capstan, bollard, hoisting crane, tipper bahkan traktor sehingga memerlukan areal yang lebih sedikit. Walaupun teknologi modern tidak memerlukan peralatan diatas, tetapi menurut beberapa sumber teknologi sterilisasi kontinu dan vertikal memiliki biaya investasi yang lebih besar. Beberapa penyebab yaitu terbatasnya perusahaan pembuat, ahli, peralatan dan aksesoris yang lebih banyak serta adanya biaya paten yang harus dibayarkan. Biaya investasi yang rendah biasanya akan menjadi pilihan apabila tidak memperdulikan faktor atau aspek lainnya. b. Biaya Operasi dan Perawatan Alat Biaya operasi dan perawatan alat dipengaruhi oleh sistem operasi yang digunakan. Jika sistem operasi yang digunakan adalah automated maka biaya operasi akan lebih sedikit bila dibandingkan menggunakan sistem manual. Tetapi, hal ini akan terjadi sebaliknya jika dibandingkan dalam hal biaya perawatan. Biaya perawatan akan lebih tinggi jika menggunakan automatic. Automatic biasanya banyak menggunakan sistem hidrolik maupun semua tipe sterilisasi dapat digunakan sistem automatic maupun sistem manual. Faktor lain dalam biaya perawatan alat adalah jumlah moving part. Semakin banyak moving part suatu sterilizer akan membawa semakin besar biaya perawatan, khususnya biaya pergantian alat karena konvensional diketahui memiliki moving part relatif lebih banyak dibandingkan dengan modern. Pada sterilizer konvensional moving part yang cukup sering diganti adalah lori, roda, as dan kerangka dasar lori. Pada sterilisasi vertikal, gland packing dishaft auger ke gearbox sering bocor, sehingga steam bocor didaerah tersebut. Ada juga masalah kerusakan auger walaupun sudah diantisipasi dengan menggunakan sejenis payung ketika akan masuk. Sterilizer bola, sterilizer ini diketahui memiliki kekuatan tinggi, volume serta permukaan besar, steam yang digunakan lebih sedikit, panas yang hilang lebih sedikit, areal lebih sedikit karena desain dapat dibuat bertingkat, tidak memerlukan penghubung antara TBS dan sterilizer, tingkat kebersihan/housekeeping yang besar dan jumlah operator lebih sedikit. c. Throughput Produktivitas Throughput dipengaruhi oleh waktu operasi. Waktu operasi meliputi waktu proses sterilisasi termasuk waktu penahanan steam dan pemasukan steam dan waktu pemasukan dan pengeluaran loading dan unloading. Semakin singkat waktu operasi akan menghasilkan troughput yang tinggi. Sterilisasi konvensional horizontal diketahui memiliki waktu operasi sekitar 100 hingga 120 menit waktu proses 90-110 menit, ini hampir sama dengan waktu sterilisasi pada tipe vertikal. Kedua sistem ini memiliki waktu lebih lama dibandingkan dengan sterilisasi kontinu. d. Ketersediaan dan Kehandalan Ketersediaan dan kehandalan suatu teknologi sangat diperlukan. Ketersediaan yang tinggi akan memudahkan dalam menghadapi masalah kerusakan khususnya untuk melakukan perbaikan alat. Kehandalan akan membawa ketahanan alat sehingga dari keduanya akan menurunkan down-time yang disebabkan oleh alat dan faktor manusia operator. e. Kehilangan Minyak Pada sterilisasi vertikal kehilangan minyak diketahui lebih banyak dibandingkan sterilisasi horizontal. Kehilangan minyak akan terjadi pada air kondensat dan tankos. Hal ini karena pada sterilisasi vertikal kontak antara kondensat dengan TBS lebih banyak dan lebih lama dibandingkan dengan itu pada vertikal terjadinya tekanan berlebih pada bagian bawah sterlizer. Kondisi ini akan menyebabkan pada TBS yang berada di bagian bawah akan terjadi bonyok dan mengeluarkan minyak karena ada efek tekanan dari bagian atas. Saat ini, kehilangan minyak di tankos dan air kondensat pada teknologi sterilisasi modern telah dapat diantisipasi dengan membuat alat press tankos dan pengutipan minyak di kondensat. f. Keseragaman TBS yang disterilisasi Keseragaman TBS yang sterilisasi dipengaruhi oleh distribusi steam keseluruh TBS. Distribusi steam yang tidak merata akan menyebabkan buah masak menjadi tidak seragam. Pada sterilizer vertikal keseragaman TBS yang disterilisasi dapat dikatakan lebih tidak seragam jika dibandingkan dengan sterilisasi horizontal apalagi dibandingkan dengan sterilisasi tekanan dari TBS bagian atas terhadap TBS bagian bawah menyebabkan TBS bagian bawah lebih sedikit berbeda dengan bagian sterilizer horizontal, ketidakseragaman TBS yang disterilisasi jarang terjadi. Ketidakseragaman akan terjadi apabila distribusi steam didalam sterlizer sudah tidak baik. Sedangkan untuk sterilisasi kontinu keseragaman buah lebih tinggi karena kondisi pada setiap bagian sterilizer adalah sama. g. Tenaga listrik diperlukan Semakin banyak jumlah dan semakin besar motor listrik yang otomatis akan memerlukan tenaga listrik semakin besar. Motor listrik umumnya digunakan untuk menggerakan conveyor, pompa hidrolik dan pneumatik. Sterilizer modern yang fully automated biasanya banyak menggunakan konveyor dan pompa hidrolik maupun pneumatik. Sehingga sterilisasi modern akan memerlukan tenaga listrik yang lebih besar. Dalam hal ini, semakin banyak tenaga listrik digunakan akan semakin sedikit tenaga operator diperlukan. h. Limbah yang dihasilkan Limbah yang ada pada sterilizer terdiri dari air kondensat dan tandan kosong. Semakin banyak steam yang digunakan akan menghasilkan volume air kondensat yang semakin besar. Sterilisasi modern memerlukan steam yang lebih sedikit sehingga menghasilkan kondensat yang lebih sedikit dibandingkan dengan sterilisasi konvensional pada sterilisasi konvensional horizontal menghasilkan kandungan minyak di kondensat yang lebih rendah dibandingkan dengan sterilisasi modern. i. Kenyamanan dan Keselamatan Operator Penggunaan sistem hidrolik dan pneumatik membuat kerja operator semakin sedikit dan semakin mudah serta kontak operator dengan sterilizer semakin berkurang. Sterilizer otomatis dengan keamanan interlock antar peralatan menjadikan tingkat safety sterilizer semakin tinggi. Sterilizer konvensional horizontal sering terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan pintu sterilizer lepas, putusnya tali capstand dan lain-lain. Selain itu anjloknya lori didalam sterilizer juga sering terjadi apalagi kondisi rel dan lori yang sudah haus. Kondisi ini tidak akan terjadi pada sterilizer modern vertikal, sehingga tingkat safety dan kenyamanan operator pada sterilizer modern lebih tinggi dibandigkan dengan sterilizer konvensional horizontal. j. Perlakuan yang baik kepada TBS dalam menghindari kerusakan Selain keseragaman buah yang tidak merata yang disebabkan adanya tekanan yang dialami TBS pada bagian bawahjuga akan mengalami bantingan pada saat pengisian kedalam sterilizer pada sterilisasi vertikal. Tinggi bantingan beragam dan tergantung dengan tinggi sterilizer. Bantingan buah pada sterilizer horizontal hanya terjadi pada pengisian TBS kedalam lori, sedangkan pada sterilisasi kontinu hampir tidak terjadi bantingan yang dialami oleh TBS. k. Luas area diperlukan Perbedaan mendasar antara sterilizer vertikal dibanding dengan sterilisasi horizontal yang paling penting adalah ruang kosong antar lori dan diatas lori. Karena adanya ruang kosong ini, sterilizer horizontal lebih banyak memerlukan luas areal. Belum lagi alat pendukung, untuk sterilizer horizontal memerlukan rel sebagai tempat pergerakan lori yang memerlukan areal yang cukup luas. Kondisi berbeda terjadi pada sterilizer vertikal, luas areal tidak banyak sterlizer lebih memerlukan ruang lebih besar di areal atas atap jadi lebih tinggi.Sedangkan sterilizer kontinu bisa dilakukan bertingkat sehingga tidak banyak memerlukan areal. Dari uraian di atas, komparasi teknologi sterilisasi disajikan pada Tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Komparasi tipe-tipe sterilizer Kehilangan minyak di tankos Kehilangan minyak di kondensat Kehilangan minyak di drab akhir Rendah tetapi terkadang memiliki unit recovery sendiri Besar tapi fluktuasi tergantung operator Besar terkadang fluktuatif tergantung ukuran dan berat TBS KESIMPULAN Tidak ada suatu teknologi yang direkayasa, bahkan menyandang predikat yang paling mutakhir pun tidak memiliki suatu kelemahan. Setiap teknologi mempunyai kelemahan dan keunggulan masing-masing. Teknologi yang paling canggih sekali pun, bila sumber daya manusia SDM dan kondisi lingkungan tidak mendukung untuk dioperasikan pada kondisi normalnya, maka tidak akan memberikan manfaat yang berarti, justru malah akan menjadi sumber pemborosan. Teknologi yang dapat memberikan manfaat optimal adalah teknologi yang tepat guna. Artinya bahwa, pemilihan teknologi tersebut harus mempertimbangkan spesifik lokasi dan berguna untuk dapat meningkatkan produktivitas kinerja unit pengolahan. Teknologi tepat guna jangan disalah artikan bahwa teknologi yang diterapkan tersebut adalah teknologi konvensional, akan tetapi lebih mengarah pada strategi pemilihan teknologi yang tepat untuk diimplementasikan sesuai spesifik lokasi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa setiap teknologi memiliki karakter yang berbeda-beda dan penerapannya tergantung perspektif dan orientasi dari owner. Seperti halnya jenis sterilisasi modern yang memiliki orientasi pada peningkatan safety dan kenyamanan comfortable dalam operasionalnya, membutuhkan areal yang relatif lebih sedikit compact dibandingsterilisasi jenis konvensional horizontal sterilizer. Kelemahan pada masing-masing teknologi dapat diatasi dengan berbagai macam cara. Diantaranya adalah dengan penambahan alat dan penggunaan air kondensat sebagai air pengencer di stasiun dilihat dalam aspek kualitas dan kuantitas minyak sawit yang dihasilkan masing-masing teknologi memiliki sedikit perbedaan. Yang terpenting adalah cara perebusan dilakukan dengan benar sehingga output dihasilkan tinggi dan kehilangan minyak pada tankos rendah serta kapasitas olah pabrik tercapai. DAFTAR PUSTAKA Community, Palm Oil 2011. "Sterilizer Bola." Retrieved 6 September, 2011, from Department of Environment Malaysia, M. o. S. T. a. T. E., Malaysia 1999. Industrial Processes and The Environment. Hoe, L. K. and T. G. Eng 2010. Latest Development In Palm Oil Milling Technology. International Oil Palm Conference, Yogyakarta. Uwa 2008. "Vertical Sterilizer." 2011. In the palm oil processing, one of the most important stages is boiling the fresh fruit bunches or sterilization, because it greatly determines the yield and quality of the CPO produced. The purpose of this study was to analyze the selection of sterilizer technology by considering the sustainability factor. A case study was conducted at PTPN V which is planning to expand its production capacity. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data obtained from distributing questionnaires, interviews and field observations. Respondents of this study were stakeholders of the palm oil mill and PTPN V. This research combines qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis was conducted to describe the sterilization technology for processing fresh oil palm fruit bunches into CPO. Financial viability is evaluated based on the best sterilization technology recommendations. The results of the analysis recommend horizontal sterilized-indexer technology as a priority, followed by vertical sterilization technology and continuous sterilization technology. By paying attention to the sustainability criteria, the PKS design is integrated with PKO. This integration has implications for energy efficiency, kernel transportation, other utility facilities, and even a number of work units and personnel. The investment for the construction of PKS with a capacity of 45 tons/hour using horizontal-indexer sterilization technology requires a fund of IDR billion were declared feasible with an IRR of a positive NPV, a B/C ratio of and a PBP of 6 years and 5 months. The results of the sensitivity analysis to the assumption of an increase in production costs of 6 percent have not changed the recommendation, as well as a decrease in factory processing capacity by 6 has not been able to resolve any references for this publication. MesinMilling. Bagian-Bagian Mesin Milling - Mesin milling atau mesin frais adalah sebuah mesin yang digunakan untuk pengerjaan penyayatan pada permukaan benda berupa bidang datar, tegak lurus, atau permukaan miring. Penyayatan dilakukan oleh sebuah pisau frais yang berputar pada sumbu mesin. Prinsip kerja mesin milling yaitu benda kerja dicekam pada meja mesin dan ditahan oleh ragum (vice 0% found this document useful 0 votes230 views73 pagesDescriptionPenelitian difokuskan untuk menganalisa perbandingan antara sterilizer tipe continuous di PT. Karyanusa Eka daya 1 PT. KED 1 & sterilizer tipe vertical di PT. Sumber Kharisma Persada PT. SKP terhadap produksi kondensat sterilizer. Kondensat sterilizer merupakan salah satu parameter yang harus dijaga oleh seluruh Pabrik Kelapa Sawit PKS, karena untuk membantu pemisahan antar oil dan sludge pada stasiun press dan klarifikasi dibutuhkan 20% air kondensat dari kapasitas olah panrik. PenelitianOriginal TitleAnalisa Perbandingan Produksi Kondensat Sterilizer tipe Continuous Sterilizer di PT Karyanusa Eka Daya dan tipe Vertical Sterilizer di PT Sumber Kharisma PersadaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes230 views73 pagesAnalisa Perbandingan Produksi Kondensat Sterilizer Tipe Continuous Sterilizer Di PT Karyanusa Eka Daya Dan Tipe Vertical Sterilizer Di PT Sumber Kharisma PersadaOriginal TitleAnalisa Perbandingan Produksi Kondensat Sterilizer tipe Continuous Sterilizer di PT Karyanusa Eka Daya dan tipe Vertical Sterilizer di PT Sumber Kharisma PersadaDescriptionPenelitian difokuskan untuk menganalisa perbandingan antara sterilizer tipe continuous di PT. Karyanusa Eka daya 1 PT. KED 1 & sterilizer tipe vertical di PT. Sumber Kharisma Persada PT. …Full description .