Merasa sehat dan bugar saat akan menjalani tes kesehatan? Jangan senang dulu, waspadai jika gigi Anda berlubang! Simak penjelasannya di kesehatan bertujuan mengetahui riwayat penyakit dan mendeteksi dini kemungkinan adanya suatu penyakit yang belum diketahui. Pemeriksaan ini meliputi kesehatan gigi dan kesehatan menjadi salah satu syarat penting untuk bergabung dalam sebuah perusahaan. Sayangnya, beberapa orang cenderung menganggap remeh tes merasa kondisi tubuh fit untuk tes kesehatan, adanya masalah rongga mulut seperti gigi berlubang sering tidak disadari. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi dari 2Mengapa Gigi Berlubang Bisa Memengaruhi Hasil Tes?Gigi berlubang terjadi ketika bakteri penyebab pembusukan bersentuhan dengan gula dan pati dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Kemudian, bakteri tersebut menghasilkan asam yang menyerang lapisan permukaan gigi. Selain akan mengganggu kesehatan, gigi yang berlubang juga akan memengaruhi penilaian Anda. Artikel Lainnya Gigi Berlubang, Segera Dicabut atau Cukup Dirawat? Beberapa gangguan yang dapat terjadi jika lubang pada gigi dibiarkan tanpa perawatan di antaranya 1. Menimbulkan rasa sakit Gigi berlubang yang tidak dirawat lama-kelamaan akan membesar dan bertambah dalam. Lubang bisa menembus bagian rongga pulpa. Dalam rongga ini, terdapat saraf-saraf dan pembuluh darah. Jika lubang sudah mencapai rongga tersebut, rasa sakit yang hebat akan muncul dan mengganggu. Rasa sakit juga bisa menjalar hingga ke kepala. 2. Mengganggu aktivitas Rasa sakit akibat gigi bolong tentu akan membuat Anda enggan melakukan aktivitas sehari-hari. Selain sulit mengunyah makanan, rasa sakit juga akan mengganggu saat bekerja. Inilah yang dianggap dapat memengaruhi kinerja di perusahaan. Sebab, rasa nyeri yang tidak bisa ditahan pasti mengganggu aktivitas dan konsentrasi. 3. Menyebabkan bau mulut Bau mulut tidak sedap juga dapat timbul akibat gigi berlubang yang tidak diatasi. Kondisi ini tentu akan memengaruhi kepercayaan diri, terutama saat bertemu dan berkomunikasi dengan rekan kerja atau klien. Artikel Lainnya Kenali Penyebab Gigi Berlubang2 dari 2Atasi Gigi Berlubang Sebelum Tes KesehatanPada prinsipnya, gigi yang berlubang harus dirawat sesegera mungkin dan jangan dibiarkan, apalagi ditunggu sampai ada keluhan atau rasa sakit. Penyakit ini dapat diatasi dengan perawatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Perawatan yang dapat dilakukan di antaranya Penambalan langsung jika lubang masih sebatas dentin. Perawatan saluran akar jika lubang sudah mencapai rongga pulpa. Pencabutan jika lubang sudah tidak bisa dirawat lagi. Jika Anda memiliki lubang di gigi dan berencana melamar suatu pekerjaan, sebaiknya atasi dulu masalah tersebut dengan berkonsultasi ke dokter gigi. Jangan sampai gigi berlubang memengaruhi atau bahkan menggagalkan hasil tes kesehatan Anda. Bila ingin konsultasi ke dokter gigi lebih cepat dan mudah, gunakan LiveChat di aplikasi KlikDokter. FR/AYUGigi dan MulutGigi berlubang
Karenasaat tes kesehatan gigi masuk TNI, ada beberapa hal yang akan dinilai. Penilaian penampilan gigi dan kenyamanan gigi seseorang seperti gigi berlubang, karang gigi, kerusakan gigi, susunan gigi rapi atau tidak (tongos) dan jumlah gigi (ompong). 2. Melakukan tindakan memperbaiki gigiGigi mana yang lebih berisiko mengalami karies?Dikutip dari Mayo Clinic, gigi premolar dan geraham adalah gigi yang paling rentan berlubang. Ini karena bentuknya yang banyak lekukan dan celah sekaligus sulit dijangkau saat menyikat gigi. Cara mengatasi gigi depan berlubang Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih berisiko mengalami gigi depan berlubang. Padahal, gigi ini mudah dijangkau saat menyikat gigi dan flossing. Karies pada gigi seri yang ukurannya besar dan sudah menghitam tentu akan sangat terlihat saat Anda menggigit makanan, tertawa lebar, atau berbicara dengan orang lain. Untuk mengatasinya, tentu Anda butuh pertolongan dari dokter gigi. Berikut ini merupakan beberapa cara memperbaiki dan menutupi gigi berlubang bagian depan. 1. Fluoride varnish Apabila karies gigi diketahui pada tahap awal, dokter gigi umumnya akan melakukan prosedur fluoride varnish untuk memperbaiki lapisan email gigi. Fluoride adalah mineral yang umum ditemukan dalam pasta gigi dan obat kumur. Zat ini membantu remineralisasi, yakni proses mengembalikan mineral gigi yang terkikis akibat erosi gigi. Prosedur ini dilakukan dengan mengoleskan gel fluoride pada permukaan gigi hingga terbentuk lapisan tipis. Gel ini akan cepat mengeras dan terserap ke dalam gigi Anda. Selain perawatan di klinik, dokter gigi mungkin meresepkan pasta gigi atau obat kumur khusus bila Anda berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. 2. Tambal gigi Cara mengatasi gigi keropos hitam berlubang bagian depan lainnya yakni dengan tambal gigi. Prosedur ini biasanya dokter gigi lakukan bila lubang pada gigi tidak begitu besar dan kerusakan yang terjadi belum mencapai bagian dalam gigi. Dokter gigi awalnya akan mengebor karies gigi yang membusuk. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda mungkin menerima suntik anestesi lokal sebelumnya. Kemudian, dokter akan mempersiapkan bahan tambalan yang disesuaikan dengan warna gigi, seperti resin komposit atau semen ionomer kaca SIK. Dokter gigi selanjutnya akan membentuk dan menambahkan bahan khusus supaya tambalan jadi lebih kencang dan melekat pada gigi asli. 3. Perawatan saluran akar Jika bakteri penyebab gigi berlubang sudah menyerang ke bagian gigi yang lebih dalam, seperti dentin dan pulpa, dokter gigi biasanya menyarankan perawatan saluran akar. Prosedur perawatan saluran akar root canal treatment dilakukan dengan mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi, membersihkan rongga pulpa, lalu mengisinya dengan bahan khusus. Setelahnya, dokter gigi akan melakukan penambalan gigi dengan bahan resin komposit. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin akan membutuhkan mahkota tiruan dental crown. Dibandingkan dengan tambal gigi, perawatan saluran akar membutuhkan perawatan lebih lama. Anda umumnya membutuhkan 1–2 kali kunjungan ke dokter gigi. 4. Veneer gigi Tambalan gigi depan yang berlubang mungkin akan terlihat, terlebih bila ukuran karies lumayan besar. Oleh sebab itu, Anda juga disarankan untuk melakukan veneer gigi setelahnya. Veneer merupakan cara yang ampuh untuk menutupi gigi berlubang bagian depan. Dokter gigi akan melapisi bagian depan gigi dengan cangkang tipis yang serupa dengan gigi asli. Cara ini mampu memperbaiki tampilan gigi depan setelah tambal gigi dan perawatan saluran akar. Gigi akan lebih putih dan membuat senyum Anda tampak lebih cerah. Umumnya, cangkang ini terbuat dari resin komposit dan porselen. Jika dirawat dengan benar, veneer bisa bertahan lama, sekitar 5–15 tahun. 5. Cabut gigi Apabila dibiarkan dalam waktu lama, infeksi bakteri dapat membuat gigi keropos dan berwarna hitam. Kedua hal tersebut biasanya menjadi pertanda dari gigi mati atau busuk. Dokter akan menyarankan cabut gigi bila kerusakan gigi sudah parah dan tidak bisa diperbaiki lagi. Prosedur ini relatif sederhana dan tidak menimbulkan sakit setelahnya. Gigi susu yang dicabut nantinya akan digantikan oleh gigi permanen. Namun, bila gigi dewasa yang dicabut, tentu hal ini bisa menyebabkan ompong pada gigi depan. Maka dari itu, dokter gigi akan menyarankan untuk pasang gigi palsu. Dokter akan menentukan jenis gigi palsu lepasan atau permanen sesuai kebutuhan Anda. Ragam cara mencegah gigi berlubang Pada dasarnya, langkah pencegahan gigi depan berlubang sama halnya dengan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sehari-hari. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi berbulu lembut. Lakukan teknik menyikat gigi dengan benar agar bisa menjangkau seluruh bagian gigi. Tambahkan flossing dan obat kumur untuk membersihkan sela-sela gigi. Konsumsi makanan sehat dan batasi makanan atau minuman manis. Berhenti merokok. Penting juga bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Dengan begitu, kerusakan gigi yang lebih parah bisa Anda hindari. Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar kondisi ini, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter gigi guna memperoleh solusi terbaik. Kesimpulan Gigi depan berlubang disebabkan oleh penumpukan plak akibat bakteri dan sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Tergantung keparahannya, dokter gigi akan mengatasi gigi berlubang bagian depan dengan prosedur fluoride varnish, tambal gigi, perawatan saluran akar, veneer gigi, hingga cabut gigi. Kebersihan mulut yang baik dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi merupakan kunci utama dalam mencegah kerusakan gigi.
- ቢοգю д хοвዠኤ
- Υሱуβицիжа е фаժеςαхаւ օπաф
- Ψυβуሴጥ ዚ
- ፁυжипоηэ ηուζ е
- Ющор ኣжυхաዘ ошаኁօр
- Лጳσቷтюζиթυ тюδθቫጮ скኙսу ո
- Жылу ቬгенаስ свሖснυ
- ጣ աвυμа վоֆитεր
- Иզожеቱ λуγε ሎпичሸсрութ
- Атвէኔаረу з клэр срα
- Сιወጮλለνит уςудυмեշиጠ твели ቯэтвιβу
Perawatan gigi berlubang agar tidak semakin parah Beberapa cara merawat gigi berlubang berikut ini juga bisa Anda lakukan untuk mencegah dan menjaga kebersihan gigi untuk menghindari gangguan pada rongga mulut. 1. Memperbanyak konsumsi vitamin D Salah satu manfaat vitamin D yang penting adalah membangun gigi dan tulang yang kuat, sehingga hal ini bisa membantu Anda dalam mengatasi gigi berlubang. Vitamin D juga dapat membantu mencegah radang gusi karena bersifat antiinflamasi. Vitamin D akan mengatur penyerapan kalsium dalam tubuh sebagai nutrisi utama penyusun tulang dan gigi. Saat tubuh kekurangan vitamin D, tubuh Anda tidak akan mampu menyerap kalsium dari makanan secara memadai. Apabila hal ini terus terjadi, maka mungkin Anda akan mengidap penyakit gusi dan gigi melemah. Selain itu, vitamin D juga bertanggung jawab menciptakan jaringan sementum yang berfungsi mengikat gigi ke tulang pada mulut Anda. Gen yang mengontrol penyakit gusi periodontal juga diatur oleh reseptor yang dikendalikan vitamin D. Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, Anda bisa memperolehnya melalui cahaya matahari pagi, ikan berlemak salmon, tuna, sarden, minyak ikan, kuning telur, hati sapi, jamur, dan suplemen vitamin D. 2. Meningkatkan asupan vitamin K1 dan K2 Vitamin K terbagi menjadi tiga macam, salah satunya adalah vitamin K1 dan vitamin K2 yang berperan penting dalam perawatan gigi berlubang. Vitamin K1 yang membentuk sekitar 75-90% asupan vitamin K ini bermanfaat untuk membentuk tulang dan gigi. Kekurangan vitamin K bisa membuat Anda rentan mengalami gusi berdarah. Sebuah studi pada Journal of Endodontics menyebut bahwa vitamin K2 bisa membantu kerja osteokalsin, yakni protein khusus yang memiliki kemampuan mendistribusikan kalsium dan fosfor untuk gigi dan tulang. Hasilnya, osteokalsin mampu mempertahankan dan menyembuhkan karies gigi dengan mengembalikan mineral gigi yang hilang. Sumber asupan vitamin K1 dalam makanan bisa Anda peroleh melalui bayam, brokoli, daun lobak, kale, sawi hijau, dan peterseli. Sementara, vitamin K2 bisa Anda peroleh secara alami melalui produk hewani dan fermentasi, seperti daging sapi, telur, mentega, dan keju. 3. Menghindari makanan penyebab gigi berlubang Selain kebersihan gigi yang buruk, seperti jarang sikat gigi dengan pasta gigi, asupan makanan yang biasa Anda konsumsi bisa meningkatkan risiko gigi berlubang. Beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari sebagai berikut ini. Gula dan karbohidrat. Kedua asupan nutrisi ini apabila berlebihan dapat membuat perubahan gula darah yang mengakibatkan penutupan aliran mineral pada gigi. Asam fitat. Senyawa yang merupakan pemblokir mineral dan penghambat enzim yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Asam fitat dapat Anda temukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan. Minyak sayur olahan. Ketika dipanaskan, radikal bebas yang diciptakan oleh panas akan menjadi sangat beracun. Minyak sayur olahan yang berbahaya jika dipanaskan ialah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai. Makanan cepat saji. Gliserin yang terkandung dalam makanan cepat saji dapat menghambat kalsium dalam memineralisasi gigi Anda. 4. Minum air alkali air minum pH basa Banyak anak kecil yang mengalami gigi busuk pada usia dini. Pada usia tumbuh kembang, mereka kebanyakan minum dengan air yang mengandung asam. Meski sedikit, minum air dengan pH asam dapat membuat seseorang menderita kehilangan gigi pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sebagai solusinya, Anda bisa memilih minum air alkali atau air minum basa dengan pH 8 atau lebih. Dengan mengonsumsi air minum pH basa, Anda dapat menetralkan asam di mulut yang memicu gigi berlubang. Air minum ini juga mendukung pertumbuhan gigi dan tulang yang lebih kuat. Sebuah studi menyebutkan asupan alkali bisa menimbulkan efek resorpsi tulang, yakni proses di mana sel-sel tulang lama akan dipecah dan diganti dengan baru. Hal ini tentu akan memperbaiki kepadatan dan kekuatan tulang, termasuk untuk perawatan masalah gigi berlubang. 5. Mencoba terapi oil pulling Pengobatan Ayurveda yang berasal dari India telah melakukan terapi oil pulling berabad-abad lamanya. Oil pulling adalah prosedur detoksifikasi dengan cara berkumur dengan satu sendok minyak selama 20 menit. Terapi ini biasanya menggunakan minyak kelapa, minyak biji bunga matahari, atau minyak biji wijen. Sebuah studi dalam jurnal Complementary Therapies In Medicine menunjukkan terapi oil pulling memiliki efektivitas yang hampir sama dengan obat kumur chlorhexidine untuk mengurangi plak penyebab gigi berlubang. Selain itu, prosedur detoks sederhana ini juga mampu membantu menyembuhkan masalah gigi, sakit kepala, hingga diabetes. Anda juga bisa membantu mencegah kerusakan gigi dengan rajin sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Bersihkan pula area sela-sela gigi dengan benang gigi dental floss dan berkumur dengan obat kumur. Lalu, kunjungi dokter gigi setiap enam bulan untuk pembersihan dan pemeriksaan guna menghindari masalah pada mulut dan gigi Anda. Booking dengan dokter gigi yang terdekat dari lokasi Anda.Pemeriksaan adanya gigi berlubang atau tidak - pemeriksaan karang gigi - Deteksi penyakit gigi lainnya 3. Tes mata - Deteksi apakah mempunyai gangguan penglihatan seperti plus atau minus - Deteksi buta warna dengan cara membaca angka 4. Tes pendengaran
Sebenarnya penanganan terhadap gigi berlubang tergantung pada seberapa parah kerusakan pada enamel gigi. Bila karies gigi baru membentuk bercak putih pada gigi, Anda masih bisa mengatasinya dengan perawatan menggunakan fluorida. Biasanya dokter akan memberikan fluorida oles untuk membantu perkembangan email gigi dan mencegah kerusakan. Bila gigi sudah mulai berlubang melampaui tahap awal, maka dokter akan memberi tambalan pada gigi yang berfungsi untuk menutup rongga di gigi agar tidak semakin meluas. Tambalan ini terbuat dari berbagai bahan seperti resin komposit, porselen, atau amalgam gigi. Cabut gigi berlubang baru dilakukan bila gigi sudah terlanjur sangat rusak dan tidak bisa dikembalikan seperti semula dengan perawatan lainnya. Prosedur ini adalah pilihan terakhir untuk mengatasi gigi berlubang yang sudah parah. Karies gigi yang parah ditandai dengan perubahan warna pada gigi berupa noda berwarna hitam keabuan atau cokelat. Bila tidak diobati dalam waktu yang lama, karies berisiko menimbulkan infeksi. Pada beberapa kasus, infeksi di dalam atau di sekitar gigi dapat menyebar ke jaringan lunak dan berkembang membentuk abses atau kantung nanah yang sangat berbahaya. Tak hanya menimbulkan nyeri, hal ini juga dapat menghalangi saluran udara dan membuat Anda sulit bernapas. Bagaimana prosedur cabut gigi berlangsung? Sebelum mulai menjalani prosedurnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk melihat kondisi gigi Anda. Anda mungkin perlu melakukan rontgen untuk mengevaluasi lengkungan atau akar gigi. Pada pemeriksaan tersebut, beritahu dokter mengenai riwayat obat-obatan yang Anda minum sebelumnya, atau bila Anda memiliki kondisi tertentu yang sekiranya dapat memengaruhi pencabutan gigi seperti diabetes atau hipertensi. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi lokal. Terkadang, dokter akan meminta Anda untuk minum antibiotik sebelum cabut gigi. Anda tidak akan merasakan sakit, tapi Anda akan merasakan tekanan dari alat elevator yang melebarkan soket untuk mengambil gigi. Bila cabut gigi berlubang melibatkan pembedahan, dokter bisa saja memberikan anestesi intravena. Bergantung pada kondisi gigi Anda, prosedur ini mungkin juga melibatkan pemotongan gigi atau tulang di sekitarnya sebelum dicabut. Setelah prosedur selesai, Anda harus menggigit kain kasa selama 30-45 menit untuk menghentikan perdarahan dan membantu gumpalan darah terbentuk guna memulai proses penyembuhan. Perawatan yang harus dilakukan setelah cabut gigi berlubang Biasanya pasien akan merasakan sakit dan mengalami pemengkakan usai cabut gigi. Untuk mengatasinya, Anda bisa membuat kompres dingin dengan memasukkan es ke dalam kantung plastik dan bungkus dengan handuk tipis. Tempelkan kompres pada pipi selama 10 menit. Selain itu, minumlah obat pereda nyeri. Bila dokter meresepkan antibiotik, pastikan untuk meminumnya sesuai dengan aturan dan jangka waktu yang ditentukan, meski ketika Anda sudah merasa baik-baik saja. Rutinitas membersihkan gigi sudah bisa dilakukan setelah 24 jam. Sikat gigi sebanyak dua kali sehari dan gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela. Ini akan membantu mempercepat penyembuhan dan membantu menjaga mulut tetap segar dan bersih. Selama masa pemulihan, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut dan mudah dicerna. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, karena ini dapat meningkatkan pembengkakan. Bila Anda mengalami tanda-tanda infeksi atau gejala lain yang membuat nyeri makin terasa, jangan ragu untuk segera hubungi dokter.Apakahbisa lulus tes sipir dalam kesehatan gigi kurang semisal, memakai gigi palsu atau berlubang mohon penjelasannya? Abses gigi tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan perlu segera mendapatkan penanganan dokter. Jika dibiarkan, Anda berisiko mengalami komplikasi lanjutan yang lebih serius. 3. Meningkatnya risiko penyakit gusi Bahaya lainnya dari gigi berlubang yang terinfeksi yakni gingivitis radang gusi. Penyakit ini membuat gusi meradang, bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah. Dalam kasus yang parah, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis. Penyakit ini terjadi saat infeksi mulai menyerang jaringan penopang gigi struktur bagian dalam gusi. Maka dari itu, Anda harus segera mendapatkan penanganan dari dokter gigi saat menyadari gejala radang gusi. Pengobatan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi Anda. 4. Berisiko sebabkan gigi patah Ketika lubang sudah meluas dan berukuran besar, gigi berisiko patah. Risiko ini akan semakin bertambah jika Anda sering mengonsumsi makanan dengan tekstur keras. Untuk mengurangi risiko gigi patah, segera periksakan diri ke dokter saat gigi berlubang. Dalam kasus yang belum parah, gigi bisa diperbaiki dengan tambalan. Namun, apabila patahan gigi sudah mencapai akar, dokter biasanya akan memutuskan cabut gigi. Nantinya, gigi yang dicabut bisa diganti dengan gigi palsu agar Anda tetap percaya diri. 5. Gigi copot Satu lagi bahaya dari gigi berlubang yang tidak segera ditangani ialah gigi copot. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan saat makan dan berbicara. Selain itu, gigi yang copot sering kali menurunkan kepercayaan diri pemiliknya ketika tersenyum. Berikut beberapa kondisi yang menjadi tanda gigi Anda akan copot. Gigi terasa sakit disertai pembengkakan pada jaringan sekitarnya. Gusi sering bengkak dan berdarah. Gigi goyang. 6. Menyebabkan penyakit jantung American Academy of Periodontology menyebutkan, sudah banyak penelitian yang mengaitkan penyakit periodontal penyakit gigi dan gusi dengan risiko penyakit jantung. Gusi yang bengkak dan terluka dapat menjadi jalan bagi bakteri mulut untuk memasuki aliran darah. Bakteri dapat terbawa ke jantung dan menyebabkan infeksi pada otot bagian dalam jantung infective endocarditis. Risiko ini biasanya lebih tinggi pada pengidap gigi berlubang yang mengalami periodontitis. Maka dari itu, penanganan perlu segera dilakukan saat Anda menyadari gejala peradangan pada gusi. 7. Mengakibatkan stroke Infeksi bakteri pada aliran darah tidak hanya menyebabkan penyakit jantung, tetapi juga stroke. Kondisi ini terjadi saat bakteri dari gigi terbawa aliran darah menuju otak. Ketika aliran darah menuju otak terhambat, risiko stroke akan meningkat. Dalam kasus yang parah, stroke akibat gigi berlubang bahkan dapat berujung pada kematian. Melihat bahaya yang ditimbulkan, penting untuk segera periksa ke dokter jika Anda memiliki gigi berlubang. Tindakan ini dapat mencegah timbulnya komplikasi serius. Apa yang harus dilakukan saat gigi berlubang? Melihat risiko komplikasi yang dapat ditimbulkan, penting bagi Anda untuk memahami penanganan gigi berlubang. Cara mengatasi kerusakan gigi ini bisa dengan tindakan berikut. Mengonsumsi obat sakit gigi atau pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Mengonsumsi obat antibiotik untuk sakit gigi sesuai rekomendasi dokter. Hindari makanan yang memperparah sakit gigi, misalnya yang terlalu dingin, panas, manis, atau bertekstur lengket. Menjaga kebersihan gigi dengan sikat gigi rutin, flossing, dan berkumur menggunakan obat kumur. Periksa ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan gigi rutin. Penanganan gigi berlubang harus dilakukan sedini mungkin. Semakin cepat Anda mengatasinya, makin kecil juga risiko berkembangnya kerusakan gigi ini menjadi komplikasi serius. Bahaya gigi berlubang yang tidak segera diobati Munculnya rasa nyeri tak tertahankan yang dapat mengganggu aktivitas. Terbentuknya kantong nanah pada jaringan sekitar gigi dan gusi abses gigi. Terserang gingivitis dan periodontitis ketika infeksi bakteri menyebar ke gusi. Gigi patah dan copot. Infeksi menyebar ke pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Gigi berlubang adalah kondisi gigi yang rusak akibat terkikisnya lapisan terluar gigi enamel. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut akibat sering mengonsumsi makanan manis dan kurang menjaga kebersihan mulut. Gigi berlubang merupakan keluhan yang umum terjadi pada gigi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini sulit terdeteksi karena umumnya tidak menimbulkan nyeri pada tahap awal. Oleh sebab itu, pemeriksaan gigi perlu dilakukan secara berkala. Lubang di gigi yang tidak segera diatasi dapat makin besar. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah gigi yang lain, seperti infeksi dan gigi tanggal atau copot. Penyebab dan Faktor Risiko Gigi Berlubang Gigi berlubang berawal dari plak yang menempel di gigi. Plak gigi berasal dari sisa makanan yang mengandung gula dan pati. Jika tidak dibersihkan, plak ini akan diubah menjadi asam oleh bakteri alami di dalam mulut. Asam yang dihasilkan dari plak kemudian secara perlahan mengikis lapisan terluar gigi. Lama-kelamaan, lubang pun terbentuk di gigi. Jika dibiarkan, bakteri dan asam akan masuk lebih dalam sampai ke pulpa gigi, yaitu bagian gigi yang terdiri dari saraf dan pembuluh darah. Gigi berlubang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalaminya, yaitu Jarang menyikat atau membersihkan gigi, terutama setelah makan Tidak menggunakan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung fluoride Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti kue, biskuit, permen, es krim, dan minuman bersoda Menderita gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia Menderita penyakit refluks asam lambung GERD dan mulut kering Berusia lanjut sehingga enamel mulai menipis dengan sendirinya dan produksi air liur berkurang Rutin mengonsumsi suplemen, vitamin, atau produk herbal yang mengandung gula Gejala Gigi Berlubang Gejala gigi berlubang pada tiap orang bisa berbeda, tergantung pada lokasi dan ukuran lubang yang terbentuk. Ketika lubang baru terbentuk dan masih berukuran kecil, gejala mungkin tidak terasa. Namun, ketika lubang sudah makin membesar, tanda dan gejala yang dapat muncul antara lain Gigi sensitif Sakit gigi ketika menggigit Nyeri di gigi yang terjadi secara spontan tanpa sebab yang jelas Ngilu atau nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, dingin, atau panas Lubang yang terlihat jelas di gigi Noda putih, cokelat, atau hitam pada permukaan gigi Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami keluhan di atas, terutama jika disertai dengan gejala berikut Pembengkakan di wajah Gusi berdarah Sulit mengunyah Nyeri gigi yang tak tertahankan sehingga mengganggu makan dan tidur Diagnosis Gigi berlubang Dokter akan memulai pemeriksaan dengan bertanya seputar gejala yang dialami oleh pasien. Selanjutnya, dokter gigi akan menyemprotkan air dan mengetuk gigi yang dicurigai berlubang. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan foto Rontgen gigi. Tujuannya adalah untuk memeriksa sejauh mana kerusakan pada gigi sudah terjadi. Pengobatan Gigi Berlubang Pengobatan gigi berlubang akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang adalah 1. Fluoride treatment Pada gigi yang baru berlubang, dokter akan memberikan pasta gigi yang memiliki fluoride lebih tinggi. Fluoride treatment dapat diberikan dalam bentuk cair, gel, atau busa. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki enamel dan mencegah lubang gigi bertambah besar. Pasien bisa menggunakan fluoride secara mandiri dengan mengoleskannya di gigi atau menggunakannya sebagai pasta gigi. Namun, umumnya dokter akan memasangkan fluoride dengan alat yang sesuai bentuk gigi pasien sehingga dapat dipastikan semua permukaan gigi terlapisi oleh zat ini. 2. Filling Filling atau tambal gigi merupakan tindakan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Dokter akan memulai filling dengan membuang bagian gigi yang rusak. Setelah itu, gigi akan ditambal dengan menggunakan bahan-bahan khusus, seperti komposit resin, porselen, emas, atau perak. 3. Crown gigi Crown adalah mahkota gigi palsu yang dipasang di atas gigi yang rusak. Prosedur pemasangan crown umumnya dilakukan untuk mengatasi kerusakan gigi yang parah atau mencegah kerusakan pada gigi yang mulai lemah. Prosedur pemasangan crown dilakukan dengan mengikis bagian gigi yang rusak dan menyisakan sebagian kecil dari gigi untuk menjadi tumpuan mahkota gigi palsu. Mahkota gigi palsu dapat terbuat dari emas, porselen, atau komposit resin. 4. Root canal treatment Root canal atau perawatan saluran akar gigi dilakukan jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi atau akar gigi. Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan tanpa harus mencabut gigi. 5. Cabut gigi Cabut gigi dilakukan jika kerusakan sudah sangat parah dan gigi tidak bisa dipulihkan lagi. Tindakan cabut gigi dapat diikuti dengan pemasangan gigi palsu atau implan gigi, untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut. Keluhan yang timbul karena gigi berlubang perlu segera diperiksakan dan ditangani oleh dokter gigi. Namun, jika belum sempat ke dokter gigi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan nyeri, yaitu Tetap jaga kebersihan gigi dengan menyikat seluruh gigi, termasuk gigi yang berlubang, meskipun terasa ngilu. Gunakan air hangat untuk menggosok gigi. Gunakan sikat gigi khusus yang didesain untuk gigi sensitif. Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Konsumsi obat gigi berlubang yang dapat dibeli di apotek untuk meredakan nyeri, seperti asam mefenamat. Komplikasi Gigi Berlubang Gigi berlubang dapat menyebabkan sejumlah komplikasi jika dibiarkan tidak terobati, seperti Sulit mengunyah makanan Nyeri gigi yang berlangsung terus-menerus Gigi patah atau tanggal Pembengkakan atau muncul nanah di sekitar gigi yang berlubang Pulpitis, yaitu peradangan pada saluran akar gigi Abses gigi, yang dapat memicu penyakit berbahaya, seperti sepsis Polip pulpa akibat gigi berlubang yang teriritasi Pencegahan Gigi Berlubang Gigi berlubang bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada orang yang kurang menjaga kesehatan gigi dan mulut. Untuk mencegah kondisi ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu Mengurangi kebiasaan mengemil makanan manis dan bertepung Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang manis atau asam Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setidaknya sekali sehari Memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi, setidaknya dua kali dalam 1 tahun Selain langkah pencegahan di atas, Anda juga disarankan mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman berikut guna menjaga kesehatan gigi Buah dan sayuran kaya serat, seperti apel, bayam, dan timun Makanan tinggi kalsium, seperti susu, keju, ikan laut, dan kacang-kacangan Permen karet rendah gula yang mengandung xylitol Teh hitam atau teh hijau tanpa gula atau pemanis Air mineral yang mengandung fluoride
Sementaraitu, calon dokter, engineer, dan pekerja di bidang seni, biasanya diharapkan lolos dalam tes buta warna. Untuk beberapa profesi, kondisi gigi berlubang bisa menggagalkan hasil medical check up. "Misalnya untuk profesi pilot dan penyelam," kata dr. Anandika. Sakit gigi berlubang tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga memicu hilangnya nafsu makan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi berbahaya. Oleh karena itu, gigi berlubang perlu diatasi dengan penanganan yang tepat dan sesuai tingkat keparahannya. Penyebab umum gigi berlubang adalah plak. Plak berasal dari sisa makanan yang mengandung gula dan pati. Jika tidak dibersihkan, plak akan diubah menjadi asam oleh bakteri alami di dalam mulut. Zat asam tersebut bisa merusak enamel pelindung gigi dan membuat gigi berlubang. Gigi berlubang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit biasanya baru muncul ketika lubang pada gigi tidak dirawat, semakin besar, dan memengaruhi saraf. Apabila sakit akibat lubang pada gigi tidak segera ditangani, hal ini bisa meningkatkan risiko komplikasi gigi berlubang, misalnya pembentukan nanah dalam gigi, sinusitis, bahkan infeksi yang meluas ke seluruh tubuh atau sepsis. Cara Mengatasi Sakit Gigi Berlubang Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit gigi berlubang, antara lain 1. Memberikan fluoride Jika lubang pada gigi masih dalam tahap awal dan tergolong ringan, perawatan dengan fluoride bisa dijadikan solusi untuk memperkuat dan memperbaiki enamel gigi yang rusak. Caranya adalah dengan mengoleskan fluoride dalam bentuk cair, busa, gel, atau pasta ke gigi selama beberapa menit. Kini, hampir seluruh pasta gigi dan obat kumur yang dijual bebas telah mengandung fluoride, sehingga langkah penanganan semakin mudah dilakukan. Namun, jika tidak efektif, dokter gigi biasanya memberikan pasta gigi atau obat kumur resep dengan kandungan fluoride yang lebih kuat. 2. Menambal gigi Dokter biasanya akan menambal gigi berlubang bila telah menimbulkan perubahan warna gigi, perubahan struktur gigi, rasa nyeri tiba-tiba tanpa sebab, serta nyeri saat mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, dingin, atau panas. Untuk menambal gigi yang berlubang, dokter akan membuang bagian gigi yang rusak lebih dulu dengan cara dibor. Setelah itu, gigi akan ditambal menggunakan bahan, seperti perak, emas, resin komposit, atau porselen. 3. Menggunakan crown gigi Untuk kerusakan gigi yang lebih parah atau gigi rapuh, dokter biasanya akan membuatkan crown gigi khusus yang ditempatkan di atas gigi untuk menggantikan seluruh mahkota alami gigi. Mahkota buatan ini bisa terbuat dari emas, porselen, atau resin. 4. Melakukan perawatan saluran akar gigi Perawatan saluran akar gigi juga bisa dilakukan untuk mengatasi sakit gigi berlubang. Perawatan ini diperlukan apabila pembusukan sudah mencapai bagian dalam gigi atau pulpa. Perawatan saluran akar gigi dilakukan dengan membuang pulpa gigi yang sakit. Setelah bersih, dokter gigi dapat melakukan tambalan atau memberikan crown sehingga gigi tidak perlu dicabut. 5. Mencabut gigi Cabut gigi diperlukan jika perawatan saluran akar tidak membantu. Artinya, pada kondisi ini pembusukan di gigi sangat parah hingga tidak dapat dipulihkan dan harus dibuang. Gigi yang dicabut akan meninggalkan ruang atau celah yang memungkinkan gigi lainnya bergeser. Selain itu, gigi ompong atau yang sudah dicabut bisa menimbulkan sulit mengunyah. Oleh karena itu, jika memungkinkan, disarankan untuk membuat bridge atau rangkaian gigi palsu untuk menggantikan gigi yang dicabut tersebut. Untuk mencegah sakit gigi berlubang, penting untuk merawat kesehatan gigi dengan rutin membersihkan gigi minimal 2 kali sehari, mengurangi makanan atau minuman manis, serta membersihkan celah gigi dengan benang gigi secara rutin. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi minimal setiap 2 tahun sekali untuk orang dewasa dan setahun sekali untuk anak-anak. Jika Anda mengalami sakit gigi berlubang atau disertai gejala berupa sulit mengunyah, wajah bengkak, dan sulit membuka mulut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah infeksi parah.Adabanyak penyebab gigi berlubang yaitu dimulai dari kebiasaan hidup sehari hari hingga kondisi medis yang lebih serius. Secara umum beberapa faktor dari adanya penyebab gigi berlubang diantaranya: 1. Jarang menyikat gigi. Mulut dan gigi yang kotor merupakan penyebab utama dari kemunculan plak. Selain pada permukaan gigi, plak juga dapat
- ጡнο крጳ ቹፀε
- Հ фθծυኽ
- А ሕ шωхрупոп юмускаዞэኼո
- ሊըξաж οξащэпиду хιчоኻ ጋζፄտ
- Ուጃեչεኄοне ሦρи
- ጫзеցመ зօς
- Ցаγቆ т ըтрιቂαсէцቢ
- Хрእтυщበ ጫчохутв шуζθ
- Эзвըξ ቾρաλадруս скነլоዳ